2.3.12

Sebuah Monumen Sebuah Perjuangan

Monumen adalah perlambang tentang sebuah kisah yang pernah terjadi. Fakta-fakta historis yang mengiringinya adalah sebuah drama hidup yang penuh herosime sekaligus mengingatkan tentang arti sebuah perjuangan yang pernah dilalui oleh bangsa ini. Bandung sebagai salah satu bagiannya pun tak luput dari kisah-kisah perjuangannya. Mengamati monumen tersebut kita seakan diajak untuk melihat rekaman peristiwa betapa kemerdekaan adalah anugerah terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Ini adalah cerita dari beberapa monumen yang mengisahkan perjuangan hebat tersebut.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Orang muda, kini giliranmu telah tiba
untuk menerima anugerah sejarah
Sambil berpegang tangan melangkahlah ke depan…
Sepenggal syair di atas tertera di atas lempengan kuningan yang berada dalam kompleks Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Sepenggal tulisan yang seolah hendak menitipkan hasil perjuangan merebut kemerdekaan kepada generasi muda yang lahir di masa kini. 
Pada bagian lain monumen, sebuah relief yang menggambarkan perjuangan rakyat Jawa Barat begitu heroic menyentuh relung siapapun pelihatnya. Namun itu dulu, sekarang mungkin ia tak segagah itu lagi. Kompleks monumen yang terletak di daerah Dipati Ukut ini sebenarnya bernasib cukup mengenaskan. Di beberapa bagian prasasti bahkan sudah mulai rusak dan menghitam. Corat-coret dari tangan-tangan tak bertanggung jawab seakan telah menjadi teman akrabnya sehari-hari. Akankah monumen yang satu ini akan hanya menjadi sejarah menyedihkan? Semoga saja pihak berwenang dan masyarakat menyadarinya dan hal itu dapat terelak.

Monumen Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api adalah sebuah potret tentang membaranya Bandung. Pada tahun 1946, di Bandung terjadi pengevakuasian kota oleh anggota militer dan sebagian rakyat sipil. Tak sudi Bandung dikuasai Belanda, para pejuang pun membakar bangunan-bangunan penting yang terdapat di Bandung agar tak bisa digunakan oleh sekutu sebelum mereka pergi meninggalkan Bandung. untuk memperingati kepahlawanan militer dan rakyat yang pada masa itu saling bahu membahu melawan pihak yang ingin merebut kota Bandung, didirikanlah Monumen Bandung Lautaun Api yang dibangun di Taman Tegalega di daerah Bandung Selatan.




taken from www.bandung.go.id
Monumen Pelajar Pejuang
Gelora kaum muda Bandung pada masa revolusi tentu memberikan sumbangsih yang sangatbesar khususnya pada perjuangan revolusi fisik untuk menggapai kemerdekaan. Hal ini pula yang tercermin jika melihat sebuah monumen di jalan Perintis Kemerdekaan yang dinamai dengan Monumen Pelajar Pejuang karya buah tangan perupa Sunaryo, salah satu pematung terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Seorang tentara pelajar dengan memanggul senapan tengah berdiri dengan gagah. Sayang, tangan-tangan jahil sepertinya sulit untuk tak menyentuh patung bersejarah ini. Replika pistol yang terletak di pinggangnya kini raib entah kemana.

Monumen Husein Sastranegara
Seorang pejuang bernama Husein Sastranegara pun diabadikan menjadi sebuah monumen yang dinamai sama dengan dirinya. Terletak di jalan Pajajaran, monument yang satu ini seolah hendak mengingatkan tentang seorang pahlawan yang berkorban demi tanah airnya. Husein Sastranegara adalah salah seorang di antara tokoh-tokoh yang ikut serta mengabdikan dirinya dalam pembinaan perjuangan bersenjata pada masa-masa revolusi fisik, khususmya di bidang pertahanan udara. Sayang, perjuangannya berakhir hanya setahun setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1946, ia gugur ketika sedang bertugas. Pesawat yag dikemudikannya terjatuh di Yogyakarta. Atas jasa-jasanya, Bandara Andir di Bandung berganti nama menjadi Bandara Husein Sastranegara, dan sebuah monumen didirikan untuk mengenang jasa-jasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails