30.3.12

Menanam Obat di Pekarangan

Sebut saja namanya Alfred. Sudah satu bulan terakhir  ini lelaki paruh baya tersebut uring-uringan. Pasalnya, adalah kadar kolesterolnya yang tiba-tiba dan tanpa permisi meningkat tajam, mengancam penyakit darah tinggi yang dideritanya. Beberapa obat antikolesterol yang diasupnya tak cepat menurunkan kolesterol hingga batas normal yang dianjurkan. Sampai suatu hari, secara tak sengaja ia berkunjung ke rumah salah satu koleganya yang kemudian memberikan saran agar Alfred meminum rebusan akar seledri secara rutin. Kolesterolnya pun, hanya dalam jangka waktu sekitar dua bulan, langsung menjadi normal kembali.

Alfred bisa jadi terkagum-kagum dengan khasiat seledri, namun sebenarnya, tak hanya akar seledri saja, banyak dari tumbuhan-tumbuhan yang berada di sekitar kita memiliki khasiat sebagai obat-obatan alami, bahkan tetumbuhan tersebut dapat dengan mudah pula kita tanam di pekarangan rumah tanpa perlu merawatnya dengan repot. 


Ada beberapa tanaman yang sangat berguna ketika kita berbicara tentang pembuatan apotik hidup di pekarangan. Jahe adalah salah satunya. Tanaman berakar rimpang ini memiliki bahan yang berkhasiat pada akarnya. Sari jahe dipercaya dapat mengembalikan kesegaran tubuh yang hilang. Di samping itu, Jahe memiliki khasiat pula untuk mengatasi masalah impotensi bagi kaum pria. Hal ini dikarenakan akar jahe memang menyimpan khasiat antiradang, sebagai tonik, antihipertensi, penguat jantung, perangsang (stimulan), dan penguat lemah syahwat (afrodisiak). Cara pengolahannya pun cukup gampang, hanya dengan mengempengkan jahe tersebut dan menyeduhnya dengan air hangat. Jahe dapat pula dimodifikasikan dengan tambahan bahan-bahan lainnya seperti gula, teh, atau kopi.

Kunyit dan Kencur adalah tanaman berikutnya yang selalu masuk ke dalam daftar jika berbicara tentang apotik hidup. Jika kunyit bermanfaat untuk mencegah sariawan, panas dalam, serta baik untuk wanita hamil dan menyusui, maka kencur sangat berguna untuk mengobati batuk, menghilangkan nafas tidak sedap, menghilangkan kembung, dan karena mual masuk angin. Cara mengkonsumsi keduanya pun sangat mudah. Untuk kunyit, kita dapat memarut dan memeras sari parutannya lalu merebusnya dengan air panas sebelum diminum, sedang kencur, selain diseduh sarinya setelah diperas, ia juga dapat dimakan mentah-mentah.

Jangan lupakan pula tanaman Temulawak. Tanaman asli Indonesia ini sangat populer di masyarakat. Temulawak yang memiliki nama latin Curcuma ini biasanya diberikan kepada anak anak untuk menambah nafsu makan mereka. Temulawak juga dapat menghilangkan flek-flek hitam pada wajah dan kandungan minyak atsirinya dapat membersihkan isi perut serta memperlancar ASI pada wanita yang menyusui, bahkan sebuah penelitian mengungkapkan pula bahwa temulawak sangat ampuh untuk mengobati penyakit hati atau penyakit liver dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena dalam temulawak terdapat kandungan kurkumin yang dapat menyehatkan hati. Sama seperti jahe, kunyit, dan kencur, cara mengkonsumsi temulawak adalah dengan diparut dan diambil sari airnya.

Selain tanaman-tanaman yang telah disebutkan di atas, masih banyak tanaman obat yang memiliki khasiat menakjubkan, seperti Lidah Buaya yang memiliki manfaat bermanfaat untuk melindungi kulit dari kekeringan dan dehidrasi, merangsang tumbuhnya sel sel kulit yang baru, serta dapat menyuburkan rambut; Lengkuas Merah yang berguna untuk menyembuhkan beragam penyakit mulai dari perut kembung, panu, kurap, eksema, bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproeten), demam dan pembengkakan limpa, pembersih usai bersalin, radang telinga, bronchitis, masuk angin, diare, sakit gigi karena angin dingin, sampai obat kuat; Kayu Ules yang mampu meredakan keluhan-keluhan di sekitar perut, dan masih banyak lagi. 

Kesemua itu merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan pilihan ketika kita hendak menjadikan pekarangan sebagai apotik hidup. Memang, membuat apotik hidup adalah sebuah hal berguna yang mungkin dapat menjadi alternatif pilihan positif ketika kita hendak memanfaatkan halaman rumah. Dengan menanam tanaman obat di pekarangan, maka kita berarti telah pula menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati Indonesia, dan yang terpenting, kita dapat mendapatkan sumber obat-obatan terdekat dari rumah dan tentunya membantu mengurangi belanja obat-obatan keluarga sekaligus menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan Menambah nilai dari keberadaan pekarangan rumah. Jadi, tunggu apa lagi? Mari membuat apotik hidup dan mulai meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara yang mudah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails