23.3.12

Calyx dan Konsistensi dalam Balutan Cinta

Yap, saatnya kembali ke Kota Kembang setelah sebelumnya lebih senang berputar-putar mengitari negeri. Kali ini Calyx dan karya-karyanya yang menakjubkan dengan super seru dan agak-agak serius menjawab pertanyaan demi pertanyaan Tobucilhanmade yang juga (pengennya) serius, hehehe.. Calyx, dengan jam terbangnya yang cukup tinggi, adalah salah satu crafter yang cukup baik menjaga konsistensinya di dunia handmade. Penasaran? Yuk langsung disimak…

Halo Mbak Lia.. kapan, nih, main ke Tobucil lagi hehe.. sedang disibukkan dengan apa, nih, Calyx?
Halo jugaa...penginnya sering-sering ya, karena Tobucil itu tempatnya homy dan asik banget, sayangnya saat ini kita sedang sibuk produksi stok untuk Inacraft selain pesanan-pesanan yang reguler. Juga insya Allah, Calyx ingin mengembangkan diri ke bidang children apparel, tapi semuanya masih dalam tahap perencanaan.

Awal terbentuk Calyx sendiri gimana, nih?
Calyx sendiri sebenarnya adalah second line dari brand yang lebih dahulu saya buat, yaitu Primula. Berawal sekitar empat tahun yg lalu, dua tahun lebih muda dari Primula, Calyx adalah sebuah jawaban bagi para pelanggan dengan budget menengah dan selera yang lebih “muda” dan dinamis, juga wadah bagi saya menyalurkan ide “kekanak-kanakan” saya, yang mungkin tidak bisa saya wujudkan di Primula.


Kalau aku lihat, Calyx, kan, banyak bikin produknya bags. Bags seperti apa sih yang dibuat oleh Calyx? Kenapa lebih memilih tas-tasan dalam membuat karya? Oh, ya. Selain bags, apa lagi yang dibuat oleh Calyx?
Sebenarnya saya tidak sepenuhnya menentukan dari awal bahwa produk Calyx harus lebih banyak bags, tetapi permintaannya memang demikian. Bags awal yang saya design sifatnya multi fungsi karena bisa memberikan nilai lebih dari pada hanya sebuah tas dengan satu gaya. Selain bags, Calyx juga memproduksi aksesori dalam jumlah terbatas dan jilbab.


Calyx sendiri kan udah cukup lama menggeluti dunia handmade, gimana, tuh, cara Calyx menjaga konsistensi biar bisa terus kreatif dan bergerak?
Semuanya karena rasa cinta sih ya, selain juga terus memantau perkembangan dan permintaan pasar, jangan pernah berhenti untuk belajar hal2 baru. Disaat terasa “mandek”, saya lebih suka mencari inspirasi dari hal-hal yang sebenarnya kurang berhubungan, misalnya cerita rakyat atau lagu.


Menurut Mbak Lia, gimana, nih, kondisi dan perkembangan handmade lokal saat ini?
Alhamdulillah, saya pikir terus membaik dari waktu ke waktu, baik dari segi apresiasi pembeli maupun kreatifitas pengrajin itu sendiri. Mungkin dari segi pembeli masih ada yang belum menghargai handmade ya, apalagi kalo dibanding barang pabrikan impor, tapi sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

Apa, sih, kendala utama yang sebenarnya sering dihadapi oleh para crafter? Lalu cara mengatasinya gimanakah?
Saya mungkin bisa menjawab dari sudut pandang pribadi ya, bahwa kendala utama adalah di pricing. Sebagaimana seniman pada umumnya, crafter ingin puas menghasilkan karya semaksimal keinginan, tapi pasar menuntut harga rendah. Cara mengatasinya ya, kalau saya, dengan membagi dua produksi. Ada yang sesuai pasar, ada juga yang idealis. Walaupun istilahnya yang idealis ini terbatas dan mungkin tidak terjual, setidaknya ada kepuasan seorang seniman disitu.

Hal apa yang membuat Calyx yakin akan mampu bertahan dan terus membesar di masa depan?
Rasa cinta. Cinta pada handmade, cinta pada teknik2 craft, cinta pada pelanggan J. Juga  berusaha untuk terus menghadirkan kreatifitas, bukan Cuma dalam berkarya, tapi juga kreatif dalam segala hal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails