10.2.12

Menilik Keindahan Kebaya

Siapa yang tak kenal kebaya, busana tradisional yang telah pula menjadi salah satu busana nasional asli Indonesia ini telah demikian populer bahkan sampai ke mancanegara. Kebaya sendiri sebenarnya sebuah busana yang memiliki sejarah sangat panjang dari awal kelahirannya hingga menjadi bentukan dan variasinya seperti yang saat ini dikenal. Pada awalnya, kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni. Ia sendiri diyakini berasal dari adaptasi pakaian adat Tiongkok yang menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, hingga ke Sulawesi. Sebelum tahun 1600, di Pulau Jawa, kebaya hanya dikenakan wanita dari kalangan bangsawan. Selama masa penjajahan Belanda, kebaya mulai juga dikenakan oleh wanita-wanita Eropa. Pada masa ini pulalah mulai dibuat kebaya dengan bahan yang lebih bervariasi misalnya sutera dengan sulaman warna-warni.

Kebaya pun tak lepas dari gejolak politik yang terjadi di Indonesia. Perpindahan kekuasaan ke tangan Orde Baru pada dekade 60-an sempat membuat popularitas kebaya menurun. Citra-citra dan simbol-simbol yang diemban Kebaya di masa Soekarno membuat ia dijauhi. Kaum perempuan yang merasa tidak terlibat dengan gejolak politik Orde Lama (Soekarno) memilih untuk tidak mengenakan kebaya. Terusan modern dan kemeja-kemeja wanita lebih digemari dibandingkan kebaya. Meski pada era 80-an beberapa desainer lokal seperti Iwan Tirta mencoba melestarikannya, kebaya tetap tak terdongkrak pamornya, barulah pada dekade 90-an ia kembali menemui masa keemasannya. Desainer-desainer Indonesia seolah sepakat bahwa Kebaya adalah genre khas dari dunia fesyen yang menjanjikan. Mereka mulai meliriknya, memelajarinya, dan kemudian berkreasi dengannya.

Perkembangan kebaya saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari model kebaya Kartini yang dimodifikasikan, hingga kebaya modern yang anggun dipadukan dengan kain ataupun celana panjang. Dengan pemakaian bahan dan warna yang beragam, kebaya adalah pilihan busana yang cocok digunakan untuk acara siang hari ataupun malam hari. Bahkan para remaja putri juga bisa mengunakan kebaya sebagai pilihan. Ia juga sangat cantik dikenakan untuk menghadiri acara dan kegiatan sehari-hari. Bagi perempuan yang tergolong feminin, maka model kebaya yang sedang tren sangat cocok dengan garis simpel yang sederhana. Jenis ini teraplikasi pada jenis kebaya off-shoulder, artinya bagian pundak terlihat jelas alias terbuka. Pinggiran kebaya melingkar jauh di bawah leher dan melebar sampai hampir ke pundak. Bagi yang berdada kecil, siasati dengan menambahkan payet pada bagian tersebut. Selain itu pula ada jenis kebaya yang berkerah Shanghai. Ini merupakan pilihan tepat bagi perempuan yang berpostur kurus. Payet yang mendetail bisa menolong untuk memecahkan hal ini. Pasalnya, payet bisa menciptakan ilusi hingga tubuh tampak lebih besar.


Tentu saja, variasi-variasi yang dimiliki oleh kebaya sangatlah banyak dan tak mungkin cukup jika harus ditulis pada lembaran ini. Hanya saja, perlu dicatat, kebaya adalah satu jenis busana yang -meskipun telah ada sejak lampau- bisa dibilang tak ada matinya. Oleh karenanya, jangan takut dibilang kuno atau ketinggalan jaman jika mengenakan kebaya. Selamat berkebaya. Cintai budaya asli negeri sendiri dan keanggunan itu akan melekat pada tubuh pemakainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails