20.1.12

Sebuah Cerita dari Lipatan

Siapa yang tidak mengetahui Origami. Ya, seni melipat kertas yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan sangat populer di negeri sakura ini, merujuk pada seni melipat kertas menjadi suatu bentuk atau gambaran tertentu. Bentuk yang dimaksud bisa berupa hewan, tumbuhan, ataupun benda tertentu.



Lalu, dari mana sebenarnya asal-muasal origami? Sejarah menyebutkan bahwa seni melipat kertas ini ternyata diperkenalkan pada abad pertama di China (105) oleh Ts’ai Lun. Bentuk awal origami yang berasal dari Cina adalah tongkang (perahu) Cina dan kotak. Selanjutnya, pada abad ke-6 origami diperkenalkan di Spanyol oleh orang-orang Arab dan pada tahun 610 M di Jepang oleh seorang pendeta Buddha bernama Dokyo. Sejak saat itu origami menjadi popular di kalangan orang-orang Jepang secara turun-temurun. Origami menjadi salah satu kebudayaan orang jepang dalam upacara keagamaan Shinto. Umumnya, ia digunakan untuk digantung di kota Jingu (Kuil Agung Imperial) di Ise sebagai bahan sembahan.


Pada perkembangannya, Origami di Jepang turut pula terasuki oleh sistem feodalisme. Kaum samurai memelajari Origami berdasarkan aliran ajaran Ise, sedangkan kaum masyarakat kelas bawah menggunakan aliran ajaran Ogasawara dalam memelajari origami. Nama origami yang berasal dari kata ori (lipat) dan gami (kertas) baru digunakan semenjak akhir abad ke -18 setelah sebelumnya seni melipat kertas ini lebih dikenal dengan nama orikata, orisui, ataupun orimono.

Origami mengalami perkembangan pesat pada jaman Edo (1600-1868). Hal ini disebabkan karena produksi kertas yang berlimpah. Pada akhir jaman Edo, hampir 70 bentuk dihasilkan termasuk burung jenjang (Orizuru), katak, kapal dan balon yang masih tetap dikenal hingga sekarang.

Berbicara tentang origami tentu kurang afdol rasanya jika tidak menyebut nama Akira Yoshizawa. Ia memopulerkan bentuk-bentuk origami baru yang berbeda dengan bentuk origami tradisional. Ia pula yang turut memperkenalkan bentuk awal hewan berkaki empat dengan menggabungkan dua keping kertas yang berlipat. Lebih dari 50.000 bentuk origami telah diperkenalkan oleh lelaki yang satu ini. Atas jasanya pula, melalui pameran-pameran yang kerap dilakukannya di dekade 60-an, origami mulai dikenal luas di dunia barat. Hingga detik ini, origami tidak hanya berkembang di kalangan orang Jepang, tetapi sudah meluas sampai Amerika, Eropa, dan Asia termasuk Indonesia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails