Jumat, 30 Desember 2011

Belajar Bersama Nupi-Nupi

Jika selama ini Tobucilhandmade kerap menampilkan para crafter penuh talenta, kali ini saatnya kita sambut dengan meriah Prapti Kusumastuti dengan Nupi-Nupinya yang dengan gegap gempita menyediakan beragam tutorial bagi manusia-manusia kreatif yang ingin lebih dalam menelusuri serunya dunia handmade. Apa, sih, yang sebenarnya ditekuni Nupi-Nupi? Tutorial semacam apa gerangan? Yuk kita simak bareng-bareng…

Mengapa Nupi-Nupi menjatuhkan pilihanny ke "felt"?
Duluuuuuu jaman SMP pernah liat gantungan nama yang model baju berjejer itu lho, dari kain flanel di Malioboro Jogja. Pengen bikin, tapi enggak tahu beli kainnya dimana. Sampai kemudian ketika kuliah dateng ke pasar murah di Manahan dan ada yang jual ganci dari flanel. Temen kos beli satu, akhirnya saya pelajari. Saya kemudian nyari-nyari toko yg jual flanel. Akhirnya Mulai dari situ, keinginan sejak SMP saya mulai tersalurkan. Lalu kenapa milih flanel, karena dari awal saya sudah tertarik. Setelah saya tekuni, ternyata bisa dibuat apa aja. Intinya,sdh terlanjur cinta. Semakin kesini..smakin menikmati.


Kalau mbak Prapti sendiri produknya apa aja, nih, sekarang? Nupi-Nupi ini produknya apa aja?
Kalau dulu saya bikin souvenir atau barang jadi. Tapi karena orderan deras dan tidak punya asisten saya sampai sakit ketika mengerjakannya dan di protes suami. Jadi sekarang saya cuma menjual tutorial dan pola. Satu set yang disebut Diy Kit. Isinya tutorial, pola, bahan untuk satu kali pembuatan. Bisa dibilang kursus jarak jauh juga. Dengan begitu, saya bisa terus berkreasi dengan kain flanel, tapi tidak terlalu capek. Jadi tugas utama saya sekarang adalah membuat desain-desain baru untuk di buat tutorial dan polanya.

Konsepnya seperti apa, tuh?
Konsepnya seperti kursus tapi mandiri. Pembeli harus membaca instruksi saya di tutorial.
Jadi tutorial saya buat sedetail mungkin dengan foto-foto yang detail juga. Makanya harganya di banding buku-buku craft lokal agak mahal karena orang yang tadinya blank sekalipun pasti jadi paham dan bisa membuat kreasi flanel.

Apa sih yg paling harus diperhatikan oleh orang-orang yg pengen buat tutorial untuk craft?
Ide, cara penyampaian serta tata bahasa harus baik supaya mudah dipahami pembaca, dan foto harus jelas serta detail.

Mbak Prapti sendiri tutorialnya terbatas ya?
Enggak. No limit, kok, kecuali printer sedang bermasalah. Jadi selalu ada. Mesennya juga gampang, silakan lihat-lihat dl paket-paketnya di album paket belajar (dapat dilihat di laman Facebook Paket Belajar Flanel). Harga dan spesifikasi sudah ada di bawah masing-masing foto. Lalu inbox daftar belanja, nama, alamat lengkap, dan telepon. Udah itu aja. 


Nah, kalau masalah peminat sendiri gimana nih? Dari segi peminat, Mbak melihat pergerakan handmade lokal sekarang itu seperti apa?
Alhamdullillah sekarang ini handmade lokal mulai rame, gregetnya lumayan. Orang Indonesia sudah mulai bisa menghargai handmade. Makanya handmade juga mulai naik daun. Kalau peminat flanel, terutama paket belajar, semakin hari semakin banyak karena peluang bisnis ini lumayan menjanjikan kalau mau tekun. Modalnya murah, hasilnya menarik jadi peminat produknya juga banyak. Asal pinter-pinter aja bikin keunikan tersendiri dan tidak pasaran.


Kalau Mbak Prapti sendiri memandang handmade itu seperti apa? Terus Mbak Prapti ngeliat masa depan handmade bakal gimana kira-kira?
Handmade itu tidak akan lekang oleh waktu dia akan terus menjadi barang istimewa dan punya peminat fanatik meskipun gencar gempuran barang pabrik dengan harga murah. Masa depan handmade saya lihat akan sangat bagus. Ada hubungannya dg save earth atau gerakan bumi hijau. Jadi orang-orang terutama orang luar lebih suka dan menghargai handmade.

Google Twitter FaceBook

Petualangan di “Neverland” Indonesia

Pernah mendengar sebuah tempat bernama Desa Sitonjul? Ini adalah sebuah tempat wisata yang kerap disebut Community Base Tourism, yaitu pariwisata yang didasari pada kehidupan sosial budaya masyarakat sebagai basis daya tariknya disertai dengan keaslian dan kelokalan alam pedesaannya. Lalu dimana, sih, lokasinya? Ia terletak di pedesaan Sangkanurip Kecamatan Cilimus yang meliputi Dusun Simenyan Tonjong dan Desa Munjul. Kurang lebih 13 km ke arah utara kota Kuningan atau atau 24 km dari arah kota Cirebon ke arah selatan. Adapun penamaan Sitonjul sendiri merupakan singkatan dari nama ke dua desa tempatnya berada.


Bisa jadi, berwisata ke Sitonjul akan menjadi sebuah pengalaman menarik bagi anak-anak. Bagaimana tidak, wisata alam sambil menyusuri suasana pedesaan yang begitu asri membuat ia sepertinya layak dianggap sebagai salah satu “Neverland-nya” Jawa Barat. Bagi yang terbiasa sibuk dengan suasana perkotaan akan mendapat sesuatu yang lain di desa ini. Menyusuri perjalanan sejauh empat kilometer dengan menyusuri alam perdesaan yang dimulai dari Dusun Simenyan Kidul, Hutan Rakyat, Makam Umum, Tegalan dan Pesawahan, Bulak Jati, Dusun Tonjong, Pesawahan, Tanggul Irigasi, Bendung Katiga diakhiri di Dusun Munjul Kaler.

Udara segar, panorama alam menyejukkan, kehidupan masyarakat desa di pagi hari, anak-anak mencari ikan di parit kecil dengan latar belakang Gunung Ciremai, setidaknya akan memberikan suasana unik. Hal itu pula yang sebenarnya membuat saya jatuh cinta berat dengan desa Sitonjul, sebuah tempat yang akan mengajak kita untuk berfantasi layaknya berada di Neverland. Bayangkan saja, melintasi jalur yang panjang kita akan melihat sungai, penduduk desa yang ramah, pemandangan gunung Ciremai yang gagah, sawah berundak-undak. Masih mendengar suara jangkerik juga kicau burung. Mungkin di malam hari masih ada kunang-kunang yang menyala. Pohon-pohon besar masih banyak, ada kuburan khas Pasundan dan tentunya jalan tanah becek khas kampung. Finishnya, bertemu bendungan Katiga. Ketika belum hanyut terkena banjir dua tahun lalu di bendungan ini ada jembatan eksotik terbuat dari bambu. Bermain air di antara bebatuan di sungai ini pun sangat menyegarkan sekaligus menyejukkan. Airnya dingin dan jernih. 


Ingin mengenang masa kecil? menjumpai suasana pedesaan sambil menggugah fantasi layaknya Peter Pan dan kawan-kawan? Mungkin Desa Sitonjul sangat cocok untuk memenuhi hasrat tersebut. Yang jelas, buat saya, ini adalah Neverland terbaik yang pernah saya jumpai. 
Google Twitter FaceBook

Rabu, 28 Desember 2011

Pembukaan Kelas Baru di Tobucil & Klabs Periode Januari s/d Maret 2012


Tobucil & Klabs akan membuka pendaftaran kelas-kelas baru periode Januari s/d Maret 2012. Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal  Desember 2011 s/d Januari 2012. Informasi dan pendaftaran lebih lanjut hubungi: 

Tobucil & Klabs 
Jl. Aceh 56 Bandung
Telp. 022 4261548
Senin s/d Minggu, Pk. 09.00 s/d 20.00 WIB

Informasi lebih lanjut ikuti melalui blog ini.

Kelas Filsafat Angkatan IV
Mentor: Rosihan Fahmi, Syarif Maulana, Bambang Q-Anees

Kelas Penulisan Feature Angkatan III
Mentor: Adi Marseila, Zaky Yamani, Rana Akbari Fitriawan (AJI Bandung)

Kelas Foto Cerita Angkatan III
Mentor: Arum Tresnaningtyas Dayuputri

Kelas Menulis Angkatan XII
Mentor: Sophan Adjie

Kelas Public Speaking Angkatan II

Kelas Fotografi Komersil Praktis Angkatan I

Kelas Teknik Presentasi Angakatan I
Kelas Merajut

Kelas Merenda
Mentor: Galuh Ageng Dyah

Kelas Scrapbook

Kelas Crafty Kids

Kelas Sulam Pita
Mentor: Kenti Prahmanti

Kelas Printing by Hand

Kelas Gitar Untuk Pemula
Mentor: Bilawa Andarespati dkk (Klab Klassik)

Google Twitter FaceBook

Jumat, 23 Desember 2011

Obrolan Hobi-Hobi Bareng Griya Hobi Fitria

Dari ujung timur Kalimantan, Tobucilhandmade menemui Fitria Agustina sang penggagas Griya Hobi Fitria. Berawal dari Hobi, Fitria lalu menekuni handmade dengan super asyik meski gebyar kota Samarinda tak sesemarak pulau Jawa. Yeah, pergi jauh-jauh ketidakmerataan pembangunan, kesulitan bukan harga mati untuk tidak melakukan pergerakan. Setuju?

Halo Mbak Fit… Gimana kabar Kaltim dan Perhandmade-an nya hari ini…
Halo juga Nunuw, kabar Kaltim hari ini, Alhamdulillah masih terus berjuang untuk membangun daerahnya. Macet dimana-mana, hehe. Kalau perhandmade-an di Kaltim, menurut saya sebenarnya banyak sekali crafter-crafter dari sini yang mungkin sudah melanglang buana kemana-mana produknya, cuma sayangnya saya belum menemukan mereka dan mempunyai satu wadah untuk berkumpul saling berbagi ilmu dan pengalaman bahkan mungkin berbagi orderan… hihi… Ke depannya saya sangat ingin sebenarnya dunia perhandmade-an di Kaltim bisa semaju di daerah lain di luar Kalimantan. Doakan ya biar bisa semaju di daerah Bandung ;D 


Apa ajakah karya-karya yang selama ini dibuat dan jadi andalan Griya Hobi Fitria…?
Kebanyakan produk-produk Griya Hobi adalah sesuatu yang perlu di jahit karena hobi saya adalah menjahit. Karya andalannya kebanyakan membuat tas-tas, baik tas untuk seminar maupun tas-tas untuk goody bag ulang tahun, beberapa kali dapat orderan bikin clutch juga. Pernah juga membuat beberapa aksesoris seperti kalung atau bros, tapi untuk aksesoris ini, semuanya dibuat karena permintaan customer, jadi bukan karena saya membuat samplenya kemudian dipasarkan.

Apa gerangan yang membuat Mbak Fit mau bersenang-senang menceburkan diri ke dunia handmade?
Saya suka handmade sejak saya masih SD, jaman dulu suka banget nonton acara keterampilan keluarga di TVRI. Setelah lulus kuliah, sempat menganggur selama 7 bulan sebelum akhirnya di terima bekerja Selama menganggur ini saya membuat bermacam-macam souvenir pernikahan yang waktu itu bahan-bahannya saya beli di Jogja. Hasilnya tidak banyak namun cukup membuat saya senang karena ternyata ada yang menyukai produk saya. Setelah sekitar 5 tahun bekerja sebagai karyawan nine to five, akhirnya saya pun berhenti dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja. Namun mungkin karena sudah terbiasa bekerja selama itu, sangat sulit untuk saya menerima bahwa saya sekarang tidak punya penghasilan sendiri walaupun ada suami. Terinspirasi oleh adik ipar saya yang membuat bross-bross cantik di masa cutinya yang panjang, akhirnya saya memutuskan untuk menekuni kembali hobi-hobi saya dulu yang sempat terlupakan, makanya saya namakan griya hobi karena semua hobi, saya mulai dari rumah, dikerjakan di rumah, dijual di rumah, dan untuk mempercantik rumah saya :) Dan menjadikan hobi sebagai mata pencarian adalah sangat menyenangkan karena tidak disebut hobi kalau kita tidak suka saat melakukannya.


Oh, ya. Sepertinya, kan, jarang sekali mendengar gerakan handmade dari daerah semacam Samarinda. Mau tahu dong kondisi di lapangan (cie…bahasanya, hehehe) tentang gejolak handmade di sana…
Kalau ngomongin gejolak, gejolaknya sudah ada dan banyak, tapi gejolak itu menurut saya masih terbatas pada masing individu-indivu yang menyukai handmade, belum mulai menularkannya ke segala kalangan dan usia. Kedepannya saya sangat ingin agar dunia handmade di Samarinda bisa semaju di pulau Jawa, dimana para crafter handmadenya punya komunitas sendiri yang kehadirannya bisa diakui dan para pelakunya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Untuk saat ini saya hanya mengenal 2 adik ipar saya dan seorang teman saya yang sama-sama menyukai dan menggeluti dunia handmade. Terkendala jarak dan waktu, kamipun lebih banyak berkomunikasi lewat facebook dan telepon atau sms.

Kalau untuk bahan atau material pembuatannya sendiri kayak gimana tuh Mbak Fit? Ada kesulitan tertentukah untuk mendapatkannya?
Alhamdulillah material sekarang mudah sekali di dapat di Samarinda. Waktu pertama kali memutuskan terjun ke dunia handmade, saya harus berkeliling kota Samarinda untuk mencari craft supplier dan toko-toko kain. Sebenarnya di Samarinda craft supplier cukup banyak namun kesulitannya adalah tidak semua kebutuhan kita ada di satu toko saja, untuk membuat clutch saja, saya harus menjelajah sampai 4 toko untuk mencari materialnya.

Nah, kalau untuk masalah pemasarannya sendiri gimana? Apakah ada tips khusus?
Untuk Pemasaran saya masih mengandalkan media online terutama jejaring sosial atau dari mulut ke mulut, teman ke teman.  Tipsnya adalah jangan bosan berteman dan mencari teman, karena kita tidak tau teman kita itu berteman dengan siapa, jadi siapa tau temannya teman kita adalah customer yang potensial untuk kita dan satu lagi, promosi pada keluarga sendiri dengan cara memberikan beberapa sample produk kita kepada mereka, minta mereka memakainya dan mempromosikannya, sekali lagi siapa tau cara promosi salah satu anggota keluarga kita bisa jauh lebih baik dari kita sendiri… 


Terakhir… Langkah penting apa yang akan dilakukan Griya Hobi Fitria di masa depan untuk semakin mengepakkan sayapnya… hehehe...
Salah satu langkah yang menurut saya cukup penting adalah mencari seorang asisten yang bisa membantu saya, sehingga griya hobi bisa menghasilkan lebih banyak produk yang lebih beragam lagi… sekarang masih single fighter, semua dikerjakan sendiri  selain itu saya ingin punya toko offline, jadi siapapun bisa melihat langsung produk griya hobi. Insya Allah tahun depan target saya adalah menjadikan griya hobi sebagai tempat kursus bagi teman-teman yang ingin belajar membuat handmade, beberapa teman sudah mulai menanyakan hal ini dan saya pikir kenapa tidak sekalian buat tempat kursusnya, jadi saya bisa terus menularkan demam handmade di Samarinda.

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails