23.12.11

Obrolan Hobi-Hobi Bareng Griya Hobi Fitria

Dari ujung timur Kalimantan, Tobucilhandmade menemui Fitria Agustina sang penggagas Griya Hobi Fitria. Berawal dari Hobi, Fitria lalu menekuni handmade dengan super asyik meski gebyar kota Samarinda tak sesemarak pulau Jawa. Yeah, pergi jauh-jauh ketidakmerataan pembangunan, kesulitan bukan harga mati untuk tidak melakukan pergerakan. Setuju?

Halo Mbak Fit… Gimana kabar Kaltim dan Perhandmade-an nya hari ini…
Halo juga Nunuw, kabar Kaltim hari ini, Alhamdulillah masih terus berjuang untuk membangun daerahnya. Macet dimana-mana, hehe. Kalau perhandmade-an di Kaltim, menurut saya sebenarnya banyak sekali crafter-crafter dari sini yang mungkin sudah melanglang buana kemana-mana produknya, cuma sayangnya saya belum menemukan mereka dan mempunyai satu wadah untuk berkumpul saling berbagi ilmu dan pengalaman bahkan mungkin berbagi orderan… hihi… Ke depannya saya sangat ingin sebenarnya dunia perhandmade-an di Kaltim bisa semaju di daerah lain di luar Kalimantan. Doakan ya biar bisa semaju di daerah Bandung ;D 


Apa ajakah karya-karya yang selama ini dibuat dan jadi andalan Griya Hobi Fitria…?
Kebanyakan produk-produk Griya Hobi adalah sesuatu yang perlu di jahit karena hobi saya adalah menjahit. Karya andalannya kebanyakan membuat tas-tas, baik tas untuk seminar maupun tas-tas untuk goody bag ulang tahun, beberapa kali dapat orderan bikin clutch juga. Pernah juga membuat beberapa aksesoris seperti kalung atau bros, tapi untuk aksesoris ini, semuanya dibuat karena permintaan customer, jadi bukan karena saya membuat samplenya kemudian dipasarkan.

Apa gerangan yang membuat Mbak Fit mau bersenang-senang menceburkan diri ke dunia handmade?
Saya suka handmade sejak saya masih SD, jaman dulu suka banget nonton acara keterampilan keluarga di TVRI. Setelah lulus kuliah, sempat menganggur selama 7 bulan sebelum akhirnya di terima bekerja Selama menganggur ini saya membuat bermacam-macam souvenir pernikahan yang waktu itu bahan-bahannya saya beli di Jogja. Hasilnya tidak banyak namun cukup membuat saya senang karena ternyata ada yang menyukai produk saya. Setelah sekitar 5 tahun bekerja sebagai karyawan nine to five, akhirnya saya pun berhenti dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja. Namun mungkin karena sudah terbiasa bekerja selama itu, sangat sulit untuk saya menerima bahwa saya sekarang tidak punya penghasilan sendiri walaupun ada suami. Terinspirasi oleh adik ipar saya yang membuat bross-bross cantik di masa cutinya yang panjang, akhirnya saya memutuskan untuk menekuni kembali hobi-hobi saya dulu yang sempat terlupakan, makanya saya namakan griya hobi karena semua hobi, saya mulai dari rumah, dikerjakan di rumah, dijual di rumah, dan untuk mempercantik rumah saya :) Dan menjadikan hobi sebagai mata pencarian adalah sangat menyenangkan karena tidak disebut hobi kalau kita tidak suka saat melakukannya.


Oh, ya. Sepertinya, kan, jarang sekali mendengar gerakan handmade dari daerah semacam Samarinda. Mau tahu dong kondisi di lapangan (cie…bahasanya, hehehe) tentang gejolak handmade di sana…
Kalau ngomongin gejolak, gejolaknya sudah ada dan banyak, tapi gejolak itu menurut saya masih terbatas pada masing individu-indivu yang menyukai handmade, belum mulai menularkannya ke segala kalangan dan usia. Kedepannya saya sangat ingin agar dunia handmade di Samarinda bisa semaju di pulau Jawa, dimana para crafter handmadenya punya komunitas sendiri yang kehadirannya bisa diakui dan para pelakunya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Untuk saat ini saya hanya mengenal 2 adik ipar saya dan seorang teman saya yang sama-sama menyukai dan menggeluti dunia handmade. Terkendala jarak dan waktu, kamipun lebih banyak berkomunikasi lewat facebook dan telepon atau sms.

Kalau untuk bahan atau material pembuatannya sendiri kayak gimana tuh Mbak Fit? Ada kesulitan tertentukah untuk mendapatkannya?
Alhamdulillah material sekarang mudah sekali di dapat di Samarinda. Waktu pertama kali memutuskan terjun ke dunia handmade, saya harus berkeliling kota Samarinda untuk mencari craft supplier dan toko-toko kain. Sebenarnya di Samarinda craft supplier cukup banyak namun kesulitannya adalah tidak semua kebutuhan kita ada di satu toko saja, untuk membuat clutch saja, saya harus menjelajah sampai 4 toko untuk mencari materialnya.

Nah, kalau untuk masalah pemasarannya sendiri gimana? Apakah ada tips khusus?
Untuk Pemasaran saya masih mengandalkan media online terutama jejaring sosial atau dari mulut ke mulut, teman ke teman.  Tipsnya adalah jangan bosan berteman dan mencari teman, karena kita tidak tau teman kita itu berteman dengan siapa, jadi siapa tau temannya teman kita adalah customer yang potensial untuk kita dan satu lagi, promosi pada keluarga sendiri dengan cara memberikan beberapa sample produk kita kepada mereka, minta mereka memakainya dan mempromosikannya, sekali lagi siapa tau cara promosi salah satu anggota keluarga kita bisa jauh lebih baik dari kita sendiri… 


Terakhir… Langkah penting apa yang akan dilakukan Griya Hobi Fitria di masa depan untuk semakin mengepakkan sayapnya… hehehe...
Salah satu langkah yang menurut saya cukup penting adalah mencari seorang asisten yang bisa membantu saya, sehingga griya hobi bisa menghasilkan lebih banyak produk yang lebih beragam lagi… sekarang masih single fighter, semua dikerjakan sendiri  selain itu saya ingin punya toko offline, jadi siapapun bisa melihat langsung produk griya hobi. Insya Allah tahun depan target saya adalah menjadikan griya hobi sebagai tempat kursus bagi teman-teman yang ingin belajar membuat handmade, beberapa teman sudah mulai menanyakan hal ini dan saya pikir kenapa tidak sekalian buat tempat kursusnya, jadi saya bisa terus menularkan demam handmade di Samarinda.

4 komentar:

  1. terima kasih banyak mas nunuw atas kesempatan wawancaranya ya ;D

    BalasHapus
  2. Mng fit saya sering membuat tas talikoor di sela wktu luang,,,,tp sya btuh tempat untk menampung karya saya,,,,apakah mbg mau menerima karya saya dgn hrga yg sesuai thans

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails