9.12.11

Kabar dari Pulau Andalas

Rika Daniel adalah perempuan di balik Craft & Sweet. Yap, kali ini Pulau Andalas menjadi tujuan persinggahan Tobucilhandmade. Garangnya udara Pekanbaru diselipi perjalanan menyambangi Sea Games menjadi pemulai percakapan. Mengaku mencintai kampung halaman, Rika Daniel kemudian bertutur panjang lebar mengenai serunya dunia handmade dari negeri seberang yang mungkin tak banyak diketahui selama ini. So… mari kita simakkkkkk…


Haloo Rika, wihhh… denger-denger kemarin baru dari Palembang ya lihat-lihat Sea Games plus nemu acara craft-craftan, hehehe… gimana, tuh, keramaiannya? Ceritain dong….
Halo, salam kenal. Iya, beberapa hari yang lalu aku baru dari Palembang, kebetulan ada kerjaan sehubungan dengan SEA Games 2011. Beruntung sekali saat penyelenggaraan SEA Games aku sempat berkunjung ke Palembang Fashion and Craft Bazaar. Bazaar dikuti oleh berbagai macam kabupaten bahkan beberapa provinsi di Sumatra. Sayangnya, aku tidak menemukan handmade yang betul-betul menjadi ciri khas masing-masing daerah. Kebanyakan juga menjual barang-barang pabrikan yang diproduksi massal. Untungnya aku sempat ketemu booth yang menarik banget. Mereka menjual sepatu lukis. Hasil lukisan di sepatu kets warna putih benar-benear bagus. Menariknya, seluruh dinding booth dibuat dari karton bekas yang dilukis, so talented and crafty. Aku juga sempat berkunjung ke Galeri Songket Zaenal di sebuah hotel. Aduh songketnya bagus banget dengan tenunan benang emas, perak, dan motif-motif yang mewah. Memang harganya mahal, tapi menurutku itu sepadan dengan usaha untuk menciptakannya.

Oh, ya. Kalau di Pekanbaru sendiri, sepertinya jaringan handmade-nya cukup kuat, seperti apakah keseruan di sana, tuhhhh?
Kalau dikatakan kuat, aku rasa tidak juga. Sejauh ini aku cuma tahu Rajuters Pekanbaru, komunitas rajut. Aku belum pernah ikut langsung karena kesibukan, tapi mereka sangat aktif mengadakan pertemuan. Mudah-mudahan nanti bisa ikut gabung dan memperkuat jaringan komunitas craft di Pekanbaru dan kalau bisa komunitas craft tidak hanya sebatas rajut, tapi lebih bervariasi.

Hmmm… adakah kendala tertentu di sana? Terus... cara mengatasinya gimanakah?
Bagi aku pribadi salah satu kendalanya di Pekanbaru tidak seperti Jakarta, Bandung, atau Jogja yang para crafter-crafternya aktif bertemu bahkan mengadakan pameran bersama..Salut buat mereka! Aku memimpikan suatu saat Pekanbaru juga punya banyak crafter dengan keunikan masing-masing. Kemudian kendala lainnya adalah bahan-bahan craft tidak sepenuhnya bisa didapatkan disini, agak terbatas, kadang yang adapun tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Cara mengatasinya barangkali dengan terus memperkenalkan budaya handmade dan craft, dengan begitu masyarakat akan lebih aware dengan usaha ekonomi kreatif yang pastinya akan berefek ke usaha-usaha lainnya. Para crafter makin banyak, para pedangang craft supply pun pasti akan bertambah.

Oh, ya. Kalau Craft & Sweet sendiri awal terbentuknya gimana? Apa aja, nih, produk khas dari Craft & Sweet?
Craft & Sweet terbentuk diawal tahun 2011. Berawal dari aku yang sibuk-sibuk ngeblog tiba-tiba ketemu blognya Mbak Fitria (Griya Hobi Fitria) trus ketemu Cemprut, Idekuhandamade, daaaaannnn… ratusan blog-blog craft super keren dari dalam dan luar negeri, terbukalah pikiran bahwa ternyata dunia handmade itu luar biasa sodara-sodara, hehehe. Kebetulan setahun sebelumnya aku udah belajar menjahit secara otodidak, ditambah lagi dari kecil aku udah senang dengan benda-benda lucu dan penuh warna warni, dan akhirnya sadar bahwa aku jatuh cinta dengan dunia kerajinan. I just found my passion. Sejauh ini, Craft & Sweet memproduksi pouch, bag, cushion, dan beberapa produk fashion seperti hair clip, dan belt. Ke depan aku berharap bisa lebih banyak memproduksi barang-barang yang menarik, unik, sekaligus sangat fungsional. Aku sangat tertarik membuat barang-barang household yang unik. Saat ini aku sedang mengerjakan proyek pribadi yang dijadwalkan selesai awal bulan Desember, setelah itu produksi untuk Craft & Sweet akan digenjot dengan lebih semangat, semoga para calon customers sabar ya..hehehe..

Apa impian terbesar yang sedang dan ingin dikejar Craft & Sweet?
Aku sedang berusaha membangun usaha handmade dengan kekhasan tersendiri. Distinct, tidak identik dengan yang lain. Dan mimpiku yang terbesar adalah melalui Craft & Sweet bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di kampung. Jujur saja aku memang “kampungan”, maksudku sangat cinta kampungku. Aku memimpikan membangun sebuah usaha dengan memberdayakan masyarakat dikampung, tidak masalah sentra produksi berada di kampung yang jauh dari bising kota, toh internet dan kemajuan teknologi membuat dunia begitu dekat. Ah, tentu saja itu perjuangan yang panjang, namanya juga mimpi terbesar, hehe, jadi harus sabar dan semangat mewujudkannya. Semangat!

Menurut Rika, gimana, sih, cara paling ampuh untuk mengatasi kebuntuan ide dan semangat dalam berkarya?
Jika tiba-tiba buntu, mari berkunjung ke “dunia lain”. Maksudku berkunjung ke “dunia lain” adalah sejenak beranjak dari dunia crafting, jika udah bosan dengan handmade, coba deh sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan handmade. Selain crafting, aku juga hobi membaca sastra anak, bagiku ini benar-benar ampuh mengatasi kebosanan dan kebuntuan. Kadang-kadang aku belajar menulis cerita anak. Jika buntu, berhenti sejenak, kita hanya butuh istirahat, yang penting jangan berhenti menjalani sesuatu yang betul-betul telah menjadi passion kita.


Terakhir… Apa, nih, pesan spesialkah untuk para crafter dan masyarakat di Pekanbaru dan di seluruh Nusantara?
Mari kita ciptakan Indonesia yang kreatif! :D Let’s build a peaceful and crafty world. Let’s respect craftsmanship. Jayalah karya kita, Karya Indonesia!
Twitter : @rikadaniel

1 komentar:

  1. inspiratif....
    tapi kok kayak pernah lihat ya??? >_<
    dimana ya....

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails