16.12.11

Batik Ala Cranberries

Kesalahan terbesar ketika membaca judul di atas adalah langsung melayangkan pikiran ke dunia pergosipan dan berburuk sangka Dolores O'Riordan pindah profesi menjadi seorang pembatik demi menghindari hiruk pikuk dunia musik. Cranberries yang satu ini adalah Ari Dwi Astuti, seorang crafter asal ibukota yang mencintai batik dan hal-hal yang berbau lokalitas.

Cranberries sendiri konsep berkaryanya gimana, nih? Karyanya tampak bermacam-macam, hehe..
Hmmm… Aku sendiri dasarnya memang seneng aksesoris, boneka, dan pernak pernik. Terus kebetulan punya keahlian menjahit jelujur plus tusuk feston saja. Makanya nekad nyoba-nyoba bikin aksesoris, boneka, dan pernak-pernik gitu... Eh ternyata, jadi juga semua…


Ow… Biasanya ketemu ide untuk membuat karya itu gimana?
Ideku kebanyakan dari aku sendiri. Mungkin beberapa crafter lain juga punya karya yang mirip denganku,  tapi biasanya aku nyiptain ide sendiri aja kecuali untuk boneka Chucky, Smurf, Jack, dan joker, aku memang meniru dari bentuk asli tokoh-tokohnya. Kebetulan boneka-boneka ini susah nyarinya di indonesia, makanya aku bikin sendiri. Kalau untuk aksesoris, idenya bisa darimana saja.

Oh, ya.  Kenapa namanya kok kayak band bgitu, jangan-jangan ini join ama Cranberries bikin-bikin handmadenya, hihihi…
Hahaha, enggak, lah.... Cranberries itu singkatan dari “Creation of Bernadette Arrie's”.

Awal kisah cranberries sndiri gmn, nih?
Awalnya, aku seneng bikin craft, termasuk jahit-menjahit. Terus suatu hari, aku main ke tukang penjahit deket rumah. Banyak banget kain perca, terutama batik tersisa dan enggak kepake lagi. Terus aku kepikir, gimana kalau kain-kain ini dibikin menjadi sesuatu yang unik. Akhirnya kepikiran bikin aksesoris dari kain batik dan kain perca lainnya

Emang fokusnya Cranberries make batik dan perca, ya?
Iya fokusnya aku pake kain perca, batik, dan katun.

Apa, sih, menariknya perca, batik, dan katun itu?
Menarik karena motifnya unik dan beragam warna membuat aku enggak kehabisan ide untuk membuatnya menjadi aksesoris seperti bros, kalung, cincin, headpiece, hiasan sepatu, tas, dan lain sebagainya.

Makna handmade bagi Ari sendiri apa?
Handmade itu hasil karya yang unik karena setiap orang yang membuatnya pasti menghasilkan bentuk yang berbeda-beda. Mau sebagus apapun atau sejelek apapun itu adalah hasil karya seseorang karena dipengaruhi oleh motorik orang yang berbeda-beda satu sama lain.

Balik lagi ke batik, nih.... Gimana tanggapan para pemirsa handmade ketika melihat seorang Ari mengangkat lokalitas?
 Lagi-lagi batik itu unik dan memiliki penggemar yang terbatas, jadi enggak selalu mereka yang seneng aksesoris juga seneng batik. Biasanya, aksesorisku ini disukai mereka yang memang jadi penggemar batik dan biasanya penggemar batik adalah orang tua. Untuk anak muda, aku sengaja pake kain batik pesisiran (Garut dan lain sebagainya) karena warnanya cerah dan motifnya lucu-lucu., trus digabungin perca katun aja.

Apa yang bikin seorang Ari betah berkecimpung di dunia handmade? Dari segi finansial gimana? Menunjangkah atau bagaimana?
Hmmmm, bicara soal handmade, buat aku sendiri, enggak jauh-jauh dr passion. Kalau dihitung-hitung, bikin aksesoris haruss pinter-pinter mengatur modal dan ide. Karena, kan, modelnya aksesoris selalu berubah, belum lagi enggak setiap orang seneng pake kalung, cincin, gelang, dan lain-lain. Jadi kita yang kudu kreatif membuat dan memasarkannya.


Wow, mantap.... Kalau Ari sendiri ngeliat kelemahan terbesar dari banyaknya pelaku handmade yg Senen Kemis Sekarang idup besok goodbye my love gimana?
Kelemahan di crafter kita itu masih banyak yang berkreasi tanpa memikirkan apakah cocok/atau tidak dipakai oleh si calon pembeli. Kadang, mode aksesoris yang lg ngetrend di luar negeri, belum tentu cocok dipakai oleh orang indonesia, padahal pangsa terbesar pembeli datang dari dalam negeri. Jadi wajar kalo pada akhirnya banyak pembeli yang keberatan beli hasil karya mereka. Belum lagi, harganya kadang-kadang suka enggak masuk akal dan enggak seimbang dengan hasil karyanya. Terus, crafter kita cenderung bener-bener mengikuti tren. Oke aja ikut tren, tapi coba berikan ciri khas dari produk kita.

Ow, jadi penanggulangannya yang tadi dibilang, ya? Harus kreatif…
Iya lebih baik menjadi seseorang yang kreatif menciptakan model aksesoris dan memikirkan apakah cocok dipake oleh si pembeli atau enggak.


Nah… Gimana, sih, cara paling ampuh untuk menjadi kreatif?
Aku setuju banget dengan yang disampaikan sama Yoris Sebastian. Untuk menjadi kreatif, cobalah memikirkan ide pas lagi santai, misalnya lagi jalan-jalan, dengerin musik, baca buku, nonton film, liat konser, dan lain sebagainya. Pas lg bersantai, justru ide akan muncul dengan sendirinya… Oh, ya. Belajar dari pengalaman juga membuat orang jadi lebih kreatif. Misalnya membuat ulang aksesoris yang belum oke menjadi bentuk yang lebih bagus.

2 komentar:

  1. Terimakasih ya Tobucil sudah memuat saya di sini. Nggak pernah menyangka, karya saya bersanding dengan crafter2 lain yang super duper hebat dan bertalenta luar biasa. Semoga Tobucil bisa lebih menemukan karya dan kreasi anak-anak Indonesia lainnya yang lebih hip lagi.

    Salam,
    Arrie-Cranberries Craft
    http://thecranberriesshow.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. cihuy2 super makasih jg, hohoho

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails