12.11.11

Kain-Kain Mochie-Mochie Felt

Ini kali, wawancara Tobucilhandmade berlangsung trengginas didera rasa lapar. Pasalnya, Mochie-Mochie Felt entah kenapa mengingatkan saya pada kue moci yang super lezat tersebut. Bayangkan saja, taburan kacang di dalamnya, disertai tepung yang lengket di lidah, uh, siapa yang tak tergugah! Upss.. Maaf, hentikan perut saya nan kurang ajar ini. Mochie-Mochie Felt bukanlah merk makanan apalagi sejenis kue moci. Mochie-Mochie Felt adalah Indah Apsari dan kain-kain.

Haloo Indah… Lagi sibuk apa, nih, sekarang-sekarang…?
Halow jugaaa, waah senangnya dapet kesempatan diwawancara sama tobucil, hehe…. Sekarang ini lagi sibuk mengerjakan beberapa pesanan dan bikin-bikin produk baru.

Btw, semenjak kapan tuh mulai ngebikin Mochie-Mochie Felt… kok dinamainnya Mochie-Mochie Felt? Gimana ceritanya…
Sebenernya mulai bikin sejak akhir-akhir masa kuliah, tepatnya setelah sidang kelulusan bulan Agustus 2008, waktu itu sambil nunggu wisuda iseng-iseng bikin boneka Jepang terus dijualin ke anak-anak SD di deket rumah. Alhamdulillah responnya lumayan. Kalau untuk Mochie-Mochie-nya sendiri baru mulai ditekunin bulan April 2009. Enggak ada alesan khusus, sih, kenapa dinamain Mochie-Mochie? Mochie itu nama kucing kesayangan sahabat aku, tapi kucingnya hilang, pas aku bingung cari-cari nama buat produk, tiba-tiba kepikiran nama itu, akhirnya dipake sampe sekarang, sekalian buat kenang-kenangan untuk kucingnya temen aku itu, hihihihihi…

Kenapa Indah lebih menggunakan bahan Felt dalam berkarya?
Hmm, alesannya mungkin karena waktu itu aku hanya bisa jahit tangan, jadi bahan felt jadi pilihan utama. Kain felt, kan, memang lebih cocok untuk bikin kerajinan-kerajinan yang menggunakan jahit tangan, selain itu kain felt juga mudah lebih mudah dibentuk, warnanya polos dan beraneka ragam, jadi gampang dipadupadankan dengan pernak pernik lain, seperti renda, kancing, manik-manik, dan lain-lain.

Apa aja, nih, karya-karya yang sudah dibuat oleh Mochie-Mochie Felt?
Alhamdulillah udah lumayan macamnya, awalnya buat boneka Jepang, Korea dan Indonesia dari kain felt, lalu beralih ke miniatur makanan-makanan seperti cake, donat, sushi, cupcakes. Terus bikin juga handphone case, kaos aplikasi flanel, hanging mobile, pouch.

Apa, sih, susah mudahnya menggunakan bahan-bahan itu?
Sulitnya mungkin kain felt yang ada di Indonesia kan 100% akrilik, kain feltnya lebih mudah berbulu, apalagi jika sering digunakan, sering kena sentuhan, jadi agak sulit jika ingin memakai kain felt untuk membuat barang yang sering sekali digunakan (misalnya pouch, handphone case, tas, dan lain-lain). Takutnya barang-barang tersebut tidak bisa digunakan dalam waktu yang lama, jadi tidak bisa berguna maksimal, padahal harapannya barang-barang handmade yang aku buat bisa digunakan oleh si pembeli atau si penerima untuk waktu yang lama, hehehe. Karena alasan ini juga, makanya sekarang aku lebih melebarkan sayap dan mulai beralih ke kain katun, jeans, dan yang lainnya untuk membuat barang-barang yang lebih useable serta wearable. Kalau mudahnya, seperti yang aku bilang di atas, karena kain felt ini seratnya kaku, jadi mudah digunting, dibentuk, dan hasilnya tetap maksimal bila dijahit tangan ataupun jahit mesin. Kain felt juga harganya lebih murah, mudah dipadupadankan, dan divariasikan.

Gimana cara Mochie-Mochie Felt menemukan ide untuk berkarya?
Cara yang paling sering menemukan ide untuk berkarya biasanya sih dengan menjelajah dunia maya, blogwalking, googling, lihat-lihat karya crafter lain. Kadang suka juga sih lihat-lihat ke toko pernak pernik, kan banyak produk pabrik yang lucu-lucu, yang sedang jadi tren, lalu dibuat versi handmadenya dengan bahan yang berbeda. Malah terkadang ide itu datang dari sang pembeli sendiri yang minta dibuatkan ini itu, dikembangkan terus, hingga bisa jadi ide baru, jadi buat aku ide bisa ditemukan dimana saja n dengan berbagai macam cara, hehehe.. :D


Apa hambatan terbesar yang dirasain oleh Mochie-Mochie Felt dalam berkarya di ranah handmade?
Hambatan terbesarnya, mungkin karena semua proses pembuatan masih aku kerjakan sendiri jadi quantity produk yang dihasilkan juga masih terbatas. Jadi kadang kalo ada pembeli yang ingin pesan dalam partai banyak dan ingin diselesaikan dalam waktu singkat, sering tidak bisa menyanggupi, hehehe. Sulitnya mendapatkan asisten yang bisa membantu mengerjakan pekerjaan ini juga jadi salah satu kendalanya, terlebih aku tinggal di Jakarta, sangat sulit mencari orang yang mau mengerjakan pekerjaan seperti ini, memang ya, handmade itu sulit kalo tidak mencintai, hehehe…


Oww…. pesan-pesan untuk para crafter biar terus bersemangat meski hambatan mendera, hehehe…
Waduuhh, berasa sudah sangat berpengalaman saja ditanyakan pesan untuk para crafter (padahal saya masih cere kalo diibaratkan ikan, hehehehe). Untuk teman2 crafter, ayoo sama-sama terus berkreasi untuk memajukan karya-karya handmade Indonesia, jangan takut untuk bersaing dengan produk-produk massal, karena handmade itu selalu istimewa. Terus berkreasi dengan hati, dan segenap cinta, agar sebanyak apapun karya handmade yang semacam, masing-masing tetap istimewa dan berciri khas. Hidup crafter Indonesia, yeayy.. :D
http://www.facebook.com/mochie2felts

8 komentar:

  1. mampir say http://www.y3llowcat.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Aduuuwwhh, ternyata tulisannya ga ada yg diedit sama mas nunuw, jadi maluu..:")
    Makasih banyak ya mas nunuw n tobucil handmade.. ^_^

    BalasHapus
  3. yeayy..hidup Indah !! hihi..
    setuju ndah..handmade memang selalu istimewa :D
    go crafter..\^^/

    BalasHapus
  4. Indah So Proud of You [prok] [prok] [prok]
    peluks

    buat yg komen spam - taser

    BalasHapus
  5. ihiiy ada mbak indah..
    makin sukses ya mbak :**

    BalasHapus
  6. salamkenal semuanyaaa..... :)
    semuanya dengan hati :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails