Follow by Email

Jumat, 18 November 2011

Capungmungil, Berkreasi Lewat Hati

Bulan ini sepertinya Tobucilhandmade lagi hobi jalan-jalan. Setelah sebelumnya berasoy-geboy bersama panasnya Ibukota, kali ini sejuknya udara Malang bersama Dini Capungmungil menjadi perhentian selanjutnya (ngaku-ngaku, padahal belum pernah ke Malang, hehehe). Surat-surat elektronik saling berbalas, janji-janji wawancara ditepati, dan percakapan pun dimulai…    

Hello Capungmungil… Kayaknya makin sukses aja, nih, hehe. Sempet masuk acara Laptop Si Unyil, ya? Gimana, tuh, cerita-ceritinya?
Ceritanyaaaa... hehehe... Honestly, saya mendapat telepon di suatu siang dari Trans7. Dari ngobrol itu mereka tertarik. Kebetulan kru trans7 lagi ada syuting di seputaran Malang, jadi langsung nembak “bu, syutingnya hari minggu besok ya,” padahal kita belum prepare nih… Ya wis saya panggil ponakan-ponakan untuk ikutan syuting. Dari jam 8 pagi kelar jam 12 siang. Ponakan sempet ngambek juga karena baru tahu kalo syuting itu kudu diulang ulang hehehe…

Iya, jadi crafter sajalah daripada jadi artis hihihi. Oh, ya. Kenapa, kok, dinamainnya Capungmungil? Padahal, kan, capung aslinya enggak mungil-mungil amat, hehehe…
Karena enak didengar… ca-pung-mung-il... Saya sering amati kalo bikin tag atau brand untuk anak-anak seperti baju atau mainan itu pake lebah, kepik atau kura-kura… Saya pikir capung lucu juga dan gak kalah kiyut.. kalau kecoa mungkin ngga cocok kali yaa :D


Semenjak kapan sebenarnya Mbak Dini mulai terjun di handmade? Belajarnya sendiri dari mana, nih…
Sejak 2007, sejak nikah dan pindah ke Malang, sebelumnya saya 10 tahun tinggal di Bandung, dulu suka ke tobucil pas masih deket Boromeus. Sebetulnya latar belakang saya, sih, arsitektur dan dari SD saya suka bikin apa aja mulai sapu tangan yang disulam sampai taplak meja, undangan, dan suvenir kawinan kakak. Background arsitektur cukup membantu saya didalam mendesain produk-produk handmade ini. Latar pendidikan arsitektur memberi saya pengetahuan tentang komposisi bidang, warna, dan tekstur.

Aku lihat di blognya, karya-karyanya Capung Mungil ini sangat beragam. Apa aja, sih, sebenarnya yang dibuat oleh Capungmungil?
Saya awalnya ingin membuat sesuatu yang punya added value bukan hanya sekedar handicraft hiasan saja. Oleh karena itu, saya mulai dengan survei dan saya sendiri pun selalu berusaha melakukan update terhadap perkembangan dunia anak dalam menemukan inspirasi untuk desain dan pola-pola permainan mendidik serta merangsang kecerdasan untuk saya terapkan dalam edutoys. Capungmungil ini bikin edutoys lucu-lucu yang sebagian besar bahannya dari flanel. ada soft book, finger and hand puppet, sajadah. Capungmungil dengan edutoys-nya membantu orangtua untuk mengeksploarasi berbagai kecerdasan si kecil. Nah, melihat pasaran edutoys banyak dikuasai produk asing yang notabene lebih mahal, jadi Capungmungil ini berusaha menyasar celah yang belum tergarap tersebut dengan harga bersaing dan tentu desain tak kalah berkualitas. Motivasi awal saya, sih, untuk memberi keceriaan pada anak-anak Indonesia lewat mainan yang mendidik. Kemudian makin kesini berkembang juga interior untuk babbies and kiddies.
    
Mbak Dini dari Malang, ya? Gimana komunitas-komunitas pecinta handmade di sana, nih?
Honestly, kalau saya bilang capungmungil homebase-nya di Malang banyak yang tidak percaya. Mereka pikir saya di Jakarta atau Depok, bahkan ada yang bilang kok bisa berkembang padahal, kan, dari daerah, Hehehe.. rejeki nggak kemana. Saya banyak bertemu carfter di Malang tapi malah ketemunya di Facebook. November ini kita pengen kopdaran, ada rajuters, ada clay, ada flanel, dan lain-lain.

Hal apa, sih, yang sebenarnya membuat Mbak Dini tertarik dengan dunia craft?
yang bikin saya terjun ke dunia craft: saya suka desain, saya gak bisa diem dan itu adalah passion tersembunyi. yang tidak bisa didapat kalau kerja kantoran, hehehe… Saya, kan, seorang dosen, meski saya suka mengajar, all about crafting bikin selalu bersemangat dan karya-karya baru itu bikin awet muda hehehe..

Sedikit serius, nih, Mbak Dini… Menurut Mbak, gimana kans berwirausaha di ranah handmade?
Hmmm..kalau bicara kans besar kecilnya itu tergantung kita memandang, banyak orang yang menyangsikan Capungmungil pada awalnya. Saya sempat disindir teman karena saya lulusan S2 tapi kok hanya bikin beginian, tapi buat saya hidup itu harus happy dan harus bermanfaat dengan jalan yang baik. Perlu kerja keras dan komitmen dalam segala hal begitu juga berwirausaha di bidang handmade. Tapi yang jelas saya sebetulnya bukan berbisnis atau mencari uang lewat Capungmungil, saya berkreasi with heart lewat Capungmungil, alhamdulillah jika karya saya diapreasi. Menurut suam, saya ini sebetulnya adalah seniman yang kebetulan saja bisa menjual,tapi dasarnya ya itu tadi seniman. Jadi, kalau bisnis lagi turun nggak pernah khawatir, malah seneng bisa istirahat dan bisa konsen bikin karya baru. Satu hal yang bisa membuat saya tetap komit menjalankan usaha ini adalah perajin-perajin saya, karena mereka menggantungkan penghasilannya lewat saya.


Last… menurut Mbak Dini, spirit apa, sih, yang harus dipegang dan menjadi penyemangat para crafter?
Wah, sebetulnya kalau aku blog walking. Lihat karya para indie crafter, aku suka terkagum-kagum sendiri dan sampai tidak menyangka bahwa ternyata banyak sekali orang yang sekarang memutuskan untuk jadi indie crafterTwo thumbs up untuk para indie crafter Indonesia. Pesanku sih cuma satu, be a trendsetter not just follower, miliki ciri dan karakter pada karya kita masing-masing agar kita dikenal karena jati diri kita, dan karya Indonesia bisa makin kaya. Yang jelas, kita harus jadi diri sendiri, hormati karya crafter lain dan bereskplorasi dari sudut manapun yang kita mampu.

Google Twitter FaceBook

9 komentar:

  1. Saya salah satu penggemar buku dan karya mbak dini...maju terus ya buat capungmungil...biar namanya mungil semoga kelak menjadi mendunia...amin...

    BalasHapus
  2. uwaaaaaaaaaaaaa,baru pindah ke batam..kok baru dgr capungmungil di malang yakz..padahal dah 7tahunan d malanggg, :( **bener2 kelewatan g sih aku hehehe....

    wah,ada bukunya???mauuu :)

    BalasHapus
  3. makasiiih yaaa om nunuw atas wawancandanya hehehe...

    BalasHapus
  4. Ingin beli puzzle, prayer rug, dan bukunyaaa.... T_T

    BalasHapus
  5. yang bilang dari depok pasti aku ya mba din..hehhehe

    BalasHapus
  6. Hemmm, benar-benar kreatif....

    salam

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails