12.8.11

Sheila D dan Gerilya Handmade


Antusiasme. Begitulah yang saya rasakan dari untaian kata-kata yang dilontarkan oleh Sheila D. Crafter yang satu ini memang begitu berapi-api dan penuh semangat! Sempat nekad bergerilya di belantara kota, Sheila D kemudian seolah membuat untaian dongeng dengan bumbu perjuangan yang maha dahsyat. Ini adalah sebuah cerita tentang seorang perempuan yang menjelajahi segala sudut handmade dengan penuh semangat, tentang crafter dan mimpi-mimpinya…

Gimana, nih, awal terbentuknya Sheila D?
Awalnya saya punya mimpi kecil, ingin punya toko yang menjual pernak pernik, yang menjual segala barang yg unik dan lucu. Teman dekat saya menyarankan utk berlatih berjualan di bazaar, supaya kita tahu pembeli itu seperti apa sih. Nah, tanpa sepengetahuan saya, teman saya ini mendaftarkan untuk ikutan sebuah bazaar dan sudah bayar pula! Saya belom punya barang apa pun untuk dijual. Saya hanya punya waktu seminggu utk berpikir dan bergerak. Dalam keterbatasan waktu dan dilanda panik, mata saya berputar-putar memperhatikan barang di rumah dan akhirnya tertuju pada tas saya sendiri. Tas kantong dengan corak cerah berwarna warni, bagian dalam tas dilapisi kain biru muda polos. Tiba-tiba saya terpikir, seandainya bagian dalamnya juga menarik, tas ini bisa dipakai luar dalam. Aha! Saya akan bikin tas bulak-balik! Dari situ idenya muncul. Saya mau membuat tas yang corak luarnya menarik, dan bagian dalam polos bertekstur! Pilihan saya jatuh pada kain corduroy. Jadilah tas bulak-balik, dengan sisi satu katun bercorak dan sisi lainnya corduroy polos.

 
Mbak Sheila sendiri belajar bikin tas ini gimana, nih? Ototidak atau gimana?

Saya belajar membuat tas sendiri. Awalnya dengan mempelajari tas yang sudah saya punyai. Kalau ke toko sering lihat-lihat tas untuk cari ide tambahan dan ujung-ujungnya jadi beli tas dengan alasan research, Hehe... Source andalan saya yang lain adalah buku-buku kerajinan tas Jepang. Untuk pembuatan tasnya sendiri, saya menggunakan jasa penjahit. Kalau yang saya jahit sendiri, lebih untuk iseng-iseng, bikin dompet yang disulam, atau menyambung kain-kain sisa utk dijadikan dompet. Pokoknya yg kecil-kecil dan simple aja.


Kenapa Sheila D memilih tas sebagai pilihan kreasi?
Kenapa tas, karena kebetulan saat itu, taslah yang terpikir. Tidak pernah diniatkan. Karena kebetulan saya lagi keranjingan sama tas kain yang setiap hari saya pakai. Ide yang muncul adalah yang saya lihat di depan mata saja saat itu. Sebenarnya lebih seperti pilihan yang kepepet, ya. Kadang di saat kita terjepit, sering keluar ide, tanpa direncanakan. Kalau bicara soal kreasi, most of the time... kita mengikuti mood saja toh. Moodnya lagi ingin buat itu, ya jadilah itu. Jadi bukan pilihan yang direncanakan. It is somewhat chosen by accident.

Proses pembuatannya sendiri gimanakah?
Proses pembuatannya. Pertama cari ide untuk bentuk tasnya. Kemudian buat polanya. Setelah itu hunting kain. Biasanya kalo membeli kain, saya tidak terlalu membatasi diri. Mana yang sedap dipandang mata, saya beli. Pokoknya seadanya cash segitu, ya saya pakai untuk beli kain. Sampai di rumah, saya padu padankan kainnya, untuk mendapatkan kombinasi yang menarik. Setelah menemukan formula warnanya, mulailah proses penjahitan (oleh tukang jahit). Setelah tas jadi, saya periksa dengan teliti satu demi satu, luar dalam, penjahitannya, talinya, kainnya apa ada flek atau tidak. Kalau ada jahitan yang tidak rapi, saya kembalikan lagi ke tukang jahitnya untuk diperbaiki. Kalau ada yang kotor, saya singkirkan (untuk dijual dengan discount). Proses terakhir, tas disetrika, untuk kemudian dibungkus dengan plastik.


Nah.. kalau produk-produk tasnya Sheila D apa aja, nih?
Produk utama Sheila D adalah tas bulak-balik dan dompet. Ada yang dibuat satu set (matching tas dan dompet), ada juga yang tanpa matchingan. Belakangan saya mulai mencoba hal-hal lain. Belum lama ini, saya iseng-iseng membuat dompet dari bahan karton. Awalnya ingin membuatkan ibu saya dompet karton, utk menyimpan uang kertas. Dengan iseng-iseng itu, akhirnya jadilah tiga dompet dengan corak yang berlainan, lalu saya pamer di facebook. Selang beberapa waktu, melalui teman saya, ada yang pesan 650 buah dompet untuk suvernir kawinan. Dengan nekatnya dan tanpa berpikir panjang saya terima saja tawaran itu. Mati-matian saya membuatnya, bergadang selama sebulan, menghabiskan 15 kg lem! Sampai saya dibantu ibu, kakak dan teman untuk menyelesaikannya. Ternyata bisa juga menyelesaikan 650 dompet dalam waktu empat minggu. Never under estimate your ability! Saat ini saya sedang mendalami proses silk screen printing (sablon). Saya ingin meng-integrate self-made sablon print dalam product Sheila D. Saya juga berencana untuk menawarkan kursus sablon nantinya, dengan menggunakan metode yang sangat simple, supaya para crafters enthusiast bisa bereksperimen nyablon sendiri di rumah. Tunggu tanggal mainnya, ya. Pastinya nanti aku share ke Tobucil untuk yang satu ini.


Apa, sih, yang membuat produk-produk tas buatan Mbak Sheila berbeda dengan produk-produk lainnya?
Keunikan produk Sheila D adalah, selain tasnya bisa dipakai bulak-balik... yang paling signifikan dari desainnya adalah permainan kombinasi motif dan warna. Corak, warna dan bahan yang dipadukan sehingga terlihat unik dan menarik. Untuk satu produk, minimal saya memakai dua macam kain. Bahkan ada yang sampai menggunakan lima macam kain untuk satu tas. Serunya di situ, bermain dengan warna, corak dan bahan. Tantangannya adalah bagaimana memadu-madankan 5 bahan kain yang berbeda menjadi satu tas, dan tetap terlihat serasi (nggak tabrakan).

Oh, ya. Ceritain dong strategi Sheila D dalam memerkenalkan produk-produk handmadenya ke publik…  
Awalnya nggak punya strategi sama sekali, bahkan sampai sekarang, saya masih terus dalam proses belajar. Berbagai macam cara saya lakukan. Awalnya kan dari ikutan bazaar, setelah itu, sisa tasnya bingung mau diapakan, akhirnya iseng saya buatkan website. Saya pikir murah meriah, gak perlu keluar biaya selain bayar hosting. Setelah saya pajang di web sekian bulan, belom ada penjualan juga. Ya maklumlah kan belom ada yang tahu web ini exist. Akhirnya saya membuat postcard dengan foto tas dan saya cantumkan alamat webnya www.sheilad.com. Saat itu saya masih tinggal di Brooklyn, New York. Saya sebarkan postcard ke orang-orang di jalanan, di meja-meja cafe, di bakery, di toko baju second hand. Pokoknya taro aja segepok sana, segepok sini di toko-toko sekitar. Suatu hari ada yang menghubungi saya via email, pemilik toko baru, yang berminat menjual tas saya di Brooklyn. Wah senangnya bukan main. Dari situlah awal mula tas saya dikenal, sampai diliput Daily Candy dan blog-blog lain dan order pun datang bertubi-tubi. Tidak berhenti di situ, di awal-awal saya juga rajin memperkenalkan diri (dan produk) kepada para handmade bloggers lain, lalu menjual di etsy.com, bayar advertising di majalah handcraft (walaupun kurang sukses untuk yg satu ini), bayar advertising di blog lain, promosi dengan discount melalui mailing list, membuat facebook page, post di twitter, dll. Dari semua pengalaman di atas, promo yang paling sukses adalah ketika blog lain meliput produk kita dengan sukarela, karena intonasi dari artikel yang mereka tulis akan terdengar lebih sincere, lebih asli, lebih natural dan merupakan testimoni yang sangat baik untuk produk kita. Blog is a super powerful tool for promoting our product and for exchanging information. Saya akui itu, dan sayangnya saya gak punya blog! Sudah mulai tapi terbengkalai... Saya janji saya akan mulai lagi, supaya kita bisa lebih saling terhubungi yah :)



Ahaha, ayo urus blognya! Hehehe. Hmm.., apa, sih yang belum tercapai oleh Sheila D? Gimana, nih, langkah perwujudan di masa depan untuk mengejar sang impian tersebut?
Wah... saya memang masih mempunyai satu mimpi besar. Mudah-mudahan bisa menjadi kenyataan. Saya ingin sekali suatu hari nanti mempunyai sebuah cafe kecil, di mana di cafe itu nanti akan dijual pernak pernik handmade yang semuanya unik, one of a kind. Kumpulan barang handmade pilihan dari berbagai tempat dan individu. Saya membayangkan, orang yang duduk ngupi di cafe bisa lihat-lihat sambil belanja. Satu esensi penting dari bisnis cafe itu adalah, saya ingin melibatkan dan memberdayakan masyarakat yang kurang mampu untuk memproduksi barang handmade yang saya desain dan jual di cafe tersebut.  Langkah perwujudan mengejarnya? PR besar nih kayaknya. Yang saya sedang dan ingin lakukan saat ini adalah mempelajari hal-hal baru. Mempelajari screen printing, rubber block stamping, pembuatan pewarna alami sekaligus membatik. Semua hal baru itu akan memperkaya pengetahuan dan proses saya mendesain. Juga supaya di kemudian hari saya bisa berbagi atau mengajar utk kepentingan pemberdayaan masyarakat tadi. Selain mengembangkan skill dan knowledge baru, hal yang penting juga adalah to get my name out there! Ikut bazaar, menjalin hubungan dengan para crafters atau customers, usahakan supaya diliput di majalah/blog, dan lain-laon. Intinya supaya nama kita lebih dikenal. Kalau nama kita sudah dikenal, manuvernya akan jauh lebih gampang. Trust me on that one. Step by step, one at a time. It is a long process and I will get there eventually.... Doakan ya semoga mimpi membuat cafenya tercapai. Kan bisa jadi tempat para crafters ngumpul juga. Yah.. kaya tobucil gitu deh ;) All in all, saya super salut sama keberadaan komunitas dan kegiatan tobucil. You've made a great impact for Indonesian crafters. Bravo tobucil team, bravo Tarlen. Semoga maju dan berkembang terus.
www.facebook.com/sheiladpage

2 komentar:

  1. "Baik sekali informasi yang disajikan dalam postingan ini, kemarin saya juga membuat artikel semacam ini"
    TAS SIMPLE DAN BAGUS

    BalasHapus
  2. Bagus inspiratif buat kita semuaa..makasih informasinya

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails