5.8.11

“Klik”, dan Handmade pun Dinyalakan

Siang masih bergairah, membakar. Saya yang kecil ini pun sedikit terhuyung-huyung mencari segelas minuman dingin di sisi jalan Bandung yang agak berdebu. Tangan pun kemudian dengan sigap memainkan urutan-urutan huruf pada keyboard laptop. Meng-googling ke sana kemari sembari menunggu terik menjadi sedikit lebih bersahabat. Entah mengapa, hal-hal yang berhubungan dengan matahari dengan isengnya saya jadikan keyword. Sampai kemudian kata “Nyala” menghubungkan saya dengan crafter yang satu ini. Penasaran membuncah demi membaca nama “Nyala” dan deretan kancing yang terpampang pada karya-karyanya. Yihaa… Korespondensi (bahasa jaman SD bener, ya, ahahaha) dimulai. Percakapan pun terjalin…

Aku penasaran, nih… kenapa brand-nya dinamain Nyala?
Aku suka mengartikan ‘Nyala’ itu sesuatu yang positif, passion, sisi paling terang,  semacam tombol “turn-on”. Semua orang kan pasti punya spirit ini, cuman kadang-kadang lupa dinyalakan, harapannya sih mudah-mudahan Nyala bisa membantu mengingatkan orang-orang bahwa semua orang itu diciptakan untuk menjadi spesial, untuk bersinar :)


Oh, ya. Nyala sendiri memulai pergerakannya semenjak kapankah?
Sejak tahun 2008. Waktu itu ol shop belum seheboh sekarang dan dulu masih jualan barang-barang  yang “apa-lo-mau-gua-ada” :P . Singkat cerita, akhirnya tahun 2009 pindah ke facebook dengan konsep baru, disini mulailah jual aksesoris handmade buatan sendiri. Awalnya dulu mengeksporasi benang wol di mix kancing, kabel dengan printilan listrik, kawat, ring-ring besi, recycle kantung plastik, dan lain lain. Ternyata Alhamdulillah ada juga yang suka aksesoris aneh-aneh begitu.

Produk-produknya Nyala apa sajakah?
Sekarang lebih fokus ke aksesoris, kalung, gelang, langlung (bisa gelang, bisa kalung), bros, dan cincin. Bahan yang paling sering dipakai yaitu dari seleting dan kancing. Bahan lainnya pita, wol, batok, manik-manik, mute, dll. Sebetulnya pengen banget bikin dari limbah apa gitu, tapi belum nemu bahan yang pas (yang mudah dibuat dengan skill pas-pas-an :P). Untuk saat ini, produk Nyala masih dikerjakan oleh 3 orang kakak-beradik dan masing-masing punya bahan favorit beda-beda dalam berkarya.

Aku liat produk-produknya Nyala banyak banget yang menggunakan kancing. Kenapa, sih, yang dipilihnya kancing? Apa yang unik dari si kancing itu sendiri?
Sebetulnya aku suka banget sama bahan-bahan yang banyak pilihan warnanya, makanya pilihannya jatuh pada kancing dan juga seleting. Alasan lain kancing itu awet, tahan lama, tidak luntur, mudah didapat, simple, murah dan bisa jadi teman minum teh *loh.

Nyala sendiri melihat pergerakan dunia handmade lokal seperti apakah? Keuntungan apa sebenarnya yang bisa diperoleh para crafter dengan terjun ke dunia handmade?
Seneng liat perkembangannya. Semakin hari, semakin banyak nemu crafter lokal handmade yang amat bagus. Banyak sekali ide original yang dieksekusi maksimal dengan sepenuh hati. Tapi di negeri kita yang hobi import barang sana-sini ini, karya handmade masih harus berteriak keras-keras untuk bisa terdengar di masyarakat luas. Penghargaan karya vs harga yang bersaing masih jadi masalah, karena kayaknya orang Indonesia tetep cendrung pilih yang lebih murah. Tapi semangat terus ya teman seperjuangan :P Mudah-mudahan makin lama masyarakat akan tau bahwa dibalik layar dunia handmade ini juga harus banting tulang dan nahan ngantuk dalam mengerjakan karya-karya cantik nya J . Mudah-mudahan, nih... akan lebih banyak media yang khusus mengangkat tema handmade lokal, kita butuh lebih banyak siraman inspirasi dan kreatifitas (dan rohani) daripada siraman info selebriti dan berita buruk terus. Fyuh!


Apa, sih, hal paling utama yang membuat Nyala mau bersenang-senang di dunia handmade?
 Hmm… setelah susah-susah cari supply kesana-kesini, ngulik-ngulik produksi sampai begadang-gadang, sampai akhirnya produk siap jual, dan ternyata disukai, dan dipakai, dan dia nya seneng… itu priceless J . Juga menyenangkan kenalan sama orang-orang kreatif di dunia handmade, bahkan kadang ada pembelajaran tentang hidup juga dari mereka. Melihat-lihat karya orang lain juga bisa menambah referensi berkarya, tapi cium basah kiri-kanan untuk copycat J .

Apa mimpi terbesar Nyala di masa depan?
- Ke pabrik kancing! :P
- Nemu limbah yang mudah diolah jadi karya
- Buat majalah digital tentang handmade, (ini konsepnya udah ada, tapi ga tau kapan nih, doain ya)
- Ikut Inacraft (aamiin)
- Buka toko cantik (someday)


Terakhir… apakah target terbesar yang ingin diraih Nyala di masa depan?
Pengennya sih, bisa bikin karya yang bisa mengingatkan Nyala pribadi dan siapapun diluar sana untuk terus mengingat dan mendekatkan diri pada Dia yang menciptakan sinar spektakuler yang ada pada tiap diri kita. Pe-er panjang euy ini mah.


3 komentar:

  1. saya tunggu MAJALAH DIGITAL tentang HANDMADE nya ya mbaakk :))

    BalasHapus
  2. I love NYALA!
    Sukses terus Dinaaaaa!

    dita

    BalasHapus
  3. keren..trus nyala ya..jgn padam hehhe

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails