22.7.11

Jakarta-Bandung Pulang Pergi: Terminal Keberangkatan dan Kepergian

CCF Bandung 19 Juli 2011. Menjelang pukul setengah sembilan malam. Saya agak terlambat, tapi tak apalah. Keramaian itu, toh,  masih menggila. “Jakarta Bandung Pulang Pergi”, pameran yang digagas 10 seniman itu, memang agak-agak bernuansa romantis dari sisi tematik yang diangkatnya. Romansa memang kerap dihadirkan pada berbagai perwujudan: Marah, kesal, masa lalu, umpatan, kerumitan, dan berbagai frasa lainnya yang mungkin bernuansa agak-agak personal.

Memasuki ruang pameran, karya Ritchie Ned Hansel yang bertajuk “There’s a Light Never Goes Out” menangkap mata saya dengan begitu memabukkan. Lampu neon ungu bertuliskan “Trap” menjadi sebuah kata yang cukup tegas menggambarkan bagaimana romantisme ala Jakarta-Bandung tercipta. Hubungan benci tapi rindu meski disematkan pada karya yang satu ini jikalah mungkin kata-kata simbiosis mutualisme materi terlalu kasar diujarkan. 

Lain Hansel lain pula Gambaran yang diwartakan oleh Billy Anjing Liar. Pemuda pembuat kolase yang sebenarnya cukup jinak ini menempelkan berbagai macam gambar yang menjelmakan bentuk manusia. Ada jam, kereta api, mobil, motor, kunci inggris, berbagai potongan gambar lainnya dan bibir yang sedikit menganga. Billy seolah dengan jumawa hendak menyampaikan kecintaannya terhadap kerumitan dan kompleksitas yang tersaji antara Jakarta-Bandung. Bibir yang menganga kemudian menjadi bentuk paling nyata dari ketakjubannya terhadap segala kerumitan dan kompleksitas tersebut. Billy dan banyak orang lainnya adalah bentuk manusia yang menjadi lahan dan lahir dari segala kerumitan tersebut.


Sisi paling romantis mungkin dihadirkan pada karya digital print Ageng Purna Galih. Mengetengahkan huruf acak yang dipadupadankan dengan foto, Age memberikan salah satu potongan paling sempurna perihal perjalanan Jakarta-Bandung. Mengambil judul “Road Trip Fiction”, Lelaki berkulit gelap ini seolah menjelma menjadi juru dongeng. Mengamati karyanya, saya seolah melihat sebuah perjalanan menuju kesepian yang begitu mengharu biru atau mungkin sebaliknya. 


Jakarta-Bandung Pulang Pergi bagi saya kemudian menjadi potongan-potongan Puzzle yang cukup membingungkan. Aura “pulang pergi” mungkin tidak terasa begitu besar menghempas pada pameran tersebut, namun kebingungan tersebut adalah perihal titik bermula dan titik berakhir. Bagaikan sebuah lingkaran, titik-titik tersebut tentu bisa menjelma ke dalam ratusan bahkan jutaan titik. Gejolak perkotaan memang kerap membingungkan, apalagi kota-kota semacam Jakarta dan Bandung yang seakan-akan “dipaksa” menikah dengan cincin berlian bertuliskan “Tol Cipularang”. Pada akhirnya, Tol Cipularang kemudian mendegradasikan romansa keduanya sekaligus membentuk romansa baru di antara keduanya.


Tak banyak orang yang senang menjadikan Jakarta sebagai “rumah”. Jakarta kemudian dijadikan sebagai pengeruk rejeki semata. Ia diperkosa, dijadikan objek. Lain halnya dengan Bandung. Berbondong-bondong ia ditasbihkan sebagai rumah, bahkan oleh para penghuni asli Ibukota. Lalu, pada pameran “Jakarta-Bandung Pulang Pergi”, terjadi kebingungan yang gegap gempita. Tiba-tiba, penggambaran manakah rumah dan manakah tujuan akhir menjadi mengabur manakala keduanya pada akhirnya bercampur menjadi rumah dan sekaligus tujuan akhir. Sebuah keunikan yang mungkin agak sulit ditemukan pada romansa yang hadir di kota-kota lainnya.


Ah, ya, kebingungan ini memang harus segera diakhiri. Seusai menikmati “Jakarta-Bandung Pulang Pergi, seorang teman tersungkur dalam gelimang mabuk. Kepalanya terkulai dalam kenikmatan yang hanya dapat dirasakannya sendiri. Bagi saya, meski mungkin ia tak terlalu baik mengamati karya demi karya, apa yang dilakukannya adalah praktik paling berhasil dalam menghadiri pameran kali ini. Ya, kita memang selalu dimabukkan oleh Jakarta-Bandung, dan, ya, Perjalananan Jakarta-Bandung pulang pergi memang sungguh-sungguh memabukkan, terutama ketika titik terminal yang dimilikinya menjadi terlalu krusial untuk dipikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails