17.6.11

Bandung dan jibaku ala Fanboy

 
Lelaki asal Makassar ini adalah seorang pengelana, desainer musafir dari Timur Indonesia yang baru beberapa bulan ini nekad menetap di Bandung. Dengan bekal seadanya dan tingkat perkawanan yang masih sangat minim, Akbar Zakaria alias Abe mencoba peruntungannya di kota sejuk yang tak terlalu ramah ini. Saya yang senang mengintip kehidupan para petualang sudah sedari lama mengincar obrol Abe tentang petualanganya. Di sela kesibukan akademis yang kian meningkat dan menyebalkan, saya sempatkan barang sejenak untuk “mengganggu” Abe dan usaha clothing-nya yang tengah merangkak…

 Sejak kapan, nih, seorang Abe seneng desain?
Jadi suka dengan hal-hal yang berbau desain, sih, udah dari kecil, sejak SD. Waktu itu belum tahu apa itu desain grafis, tapi sudah seneng liat logo dan ngegambar logo. Logo-logo band kayak Oasis, Backstreetboys, Boyzone, maklum dulu kan jamannya boyband, hehehe… Trus juga kayak logonya Slank kalo untuk band Indonesia. Suka juga merhatiin logo-logo olahraga, semisal Juventus, Liverpool, AC Milan, Chicago Bulls, dan lain-lain. Waktu itu masih sebatas menggambar ulang, belum mencipta logo sendiri.

Menurut kamu, apa, sih, yang menarik dari dunia desain?
Banyak... Tanpa desain (grafis) dunia masyarakat modern enggak akan seberwarna ini. Coba bayangin aja kalo website favorit kita isinya cuma tulisan doing atau kalo komputer kita enggak ada apa-apa selain huruf dan angka, bisa-bisa kita mati kebosanan, hahaha.


Aih wacanais filosofis hahahaha. Oh, ya. Kamu belajar desain darimanakah?
Belajarnya otodidak banget. Sampai sekarang, sih, masih agak minder untk ngaku sebagai desainer grafis. Saya ngakunya sebagai "graphic design enthusiast" aja. Belajarnya dari baca-baca buku, baca e-book gratisan, dan sharing dengan temen yang punya minat yang sama. Dulu di Makassar sempet ngebentuk komunitas pembelajar desain grafis, namanya Gradient (Graphic Design Development). Gradient itu komunitas di kampus,, tujuannya untuk mewadahi anak-anak Makassar yang seneng sama bidang desain grafis. Setiap bulan ada ngumpul-ngumpulnya, namanya Gradient Gathering. Karena emang pengetahuan secara teknis kita yang ada di Gradient minim, jadi sharing-nya lebih ke hal-hal yang sifatnya konseptual. Setiap tahun ada pelatihan untuk ngerekrut anggota baru, namanya Gradient Day. Rencananya, sih, tahun depan mau nyobain bikin Gradient Day yang berskala lebih luas. Pematerinya diusahain dari advertising agency yang ada di Jakarta, Bandung, atau Jogja. Sampai sekarang, sih, untuk Gradient Gathering-nya masih rutin jalan tiap bulan.

Mantapsss… Nah, kok, sekarang Abe bisa nyangkut di Bandung???
Jadi dulu waktu masih netap di Makassar, sempat beberapa kali main ke Bandung dan nemu banyak hal yang (mungkin) enggak ada di Makassar. Enggak cuma soal desain aja, sih. I found myself enormously inspired, by everything I saw. The way people ran their culinary business, the way they shaped their brand identity, the way they market their product. Everything seems awesome, the building, the weather, and of course the girls, hahaha. Jadi sebelum di bandung, kebetulan udah ada kerjaan yang lumayan untuk ukuran bujang, tapi bener-bener ngebosenin. Semuanya formal banget. Akhirnya gue ngambil kesimpulan, misalnya gue tetep di sana, enggak bakalan bisa berkembang, dan untuk mencari suasana dan tantangan baru, Bandung is the perfect place. And here I am, keep on learning, developing and get inspired everyday….

Haru biru sekali, wakakakakak. Nah, sekarang kesibukannya di Bandung ngapain aja, nih?
Hahaha. Untuk aktivitas mencari sesuap nasi dan sebungkus rokok sih ga jauh-jauh amat dari dunia desain. Jadi bikin brand clothing kecil-kecilan, namanya Fanboy. Karena gue nya suka desain dan bola, jadi bikin clothing yang mengangkat tema-tema bola. Sesuai dengan tagline-nya,  "for fantastic football fans" kita coba buat produk yang bisa menunjukkan kecintaan seorang fans terhadap klub yang di-support-nya. Insya Allah bulan depan website untuk online shopping-nya udah bisa dikunjungi. Untuk sementara, masih promosi dan nawarin via jejaring sosial aja. Baru jalan sebulan, sebagai pilot project gitulah. 


Apa, nih, uniknya emang si Fanboy?
produksi nya limited, desainnya juga membawa campaign Respect, jadi ga bakalan ada desain yang muatannya ngehina klub rival, misalnya. Untuk lebih detailnya, tunggu aja produk-produk baru dari Fanboy selanjutnya, hahahaha.


Rencana berikutnya di Bandung, Be?
klo Fanboy sih, masih bereksperimen dengan berbagai tema-tema desain yang akan kita pasarkan nantinya dan ngeluncurin website untuk kenyamanan berbelanja secara online, hehehe. klo gue pribadi, sekarang berencana bikin website pribadi, selain berisi portfolio desain yang udah gue buat, gue juga mo masukin jg komik strip buatan dengan karakter gue sendiri, hihihi….

Nah, pengen lebih akrab dan menemani Abe berjibaku? Langsung aja, cuy, gebet doi di sini!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails