3.6.11

Antara Handmade dan LSD

Ini adalah kisah yang tidak bermaksud romantis. Cerita sederhana tentang lelaki dan perempuan yang berwujud dalam diri Agugn dan Sekarpuri dan memutuskan untuk menikah, eh?? Hahaha. Yap, Setelah kemarin kehadiran ibu dan anak dalam Pyur!Handmade, kali ini TobucilHandmade sepertinya belum mau bosan untuk menghadirkan persekongkolan dua insan lainnya yang tak kalah dahsyat, tentang suami dan istri yang menjelmakan dirinya ke dalam Derau. Jelang siang Bandung yang kian panas, Agugn bercerita mengenai langkah kecil nan manis yang dilakukan oleh Derau...

Gimana, nih, awal kisah terbentuknya Derau?
 sebenernya ide awal bikin derau tuh sejak 2008 dibentuk oleh Agugn dan Sekarputi yang kebetulan satu kampus. Awalnya sih karena sering bikin-bikin aja tapi enggak tahu harus dikemanain setelah dibikin, hehehe… Akhirnya kita berdua setuju untuk bikin label DERAU ini yang berlandaskan pada skill dan keterampilan yang kita punya.


Apa aja, sih, yang dibikin sama Derau?
Sebenernya banyak. Mulainya mah dari skill masing-masing, saya kan seni grafis jadi bikin yang berbau teknik cetak manual, ada postcard, emblem atau patches, sarung bantal. sampe kaos dengan cetak cukil kayu. Kalo Puti, dari seni keramik. dia bikin kancing, miniatur tanaman, gantungan kunci, sampe piring, hehehe…


Semua dihajarlah ya, wkwkwk. Oh, ya. Kenapa dinamain Derau? 
Hahaha, awalnya sih “derau desau”, tapi di tengah jalan kita pikir Derau lebih oke dengan konsep barang-barang yang udah kita buat. Kalo di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “derau” punya arti tiruan bunyi hujan tertiup angin; gangguan dalam informasi yang menyebabkan menurunnya kualitas informasi. Nah, jadi barang-barang kita teh agak-agak mengganggu gitu. Maksudnya agak-agak ga penting juga, sih, hehedan warna-warna yang di pakai pun agak mengganggu penglihatan, terkesan berisik. 


Jadi bikin penasaran orang gitu critanya hehehe. Hmmm… kenapa kalian memutuskan untuk serius ha-handmade-an? Eh, ngomong-ngomong ini serius atau iseng, nih?
Sekarang, sih, sedang mencoba untuk lebih serius aja, soalna selain kita senang bikin-bikin, kita juga suka menyampaikan dan sharing ide di produk kita,  jadi penting buat kita untuk terus bikin-bikin dan menyampaikannya ke orang banyak karena respon dari orang-orang sangat berharga buat kita. Sangat berharga, terutama ketika pesan yang ingin kita sampaikan tercapai. Contohnya macam-macam. Misalnya dengan melihat produk kami, ada orang yang tersenyum, tertawa, nanyain artinya, ngasih usul, bahkan ada yang mengerutkan kening. Ada juga yang bilang “apaan sih?” hehehe, semua respon itu teh bikin kita ketagihan untuk bikin-bikin yang baru lagi, soalnya pengen tau terus aja, hahaha…
 
Hahaha respon tuh semacam LSD, ya. Ow, kenapa memilih jalur handmade? Apa sih menariknya dunia ini?
kita suka handmade sesimple "semua orang tuh spesial' hehe. Barang-barang kita pun enggak ada yang sama persis. Ini menarik sekali karena semua orang bisa melakukannya dan ide-ide teh sangat berharga terutama ketika bisa dituangkan dalam bentuk nyata dan bisa diberikan ke orang lain.

Nah, planning Derau berikutnya apakah gerangan?
Sekarang sih lagi belajar bayak hal yang kita belum tahu. Kalo ke depannya mah kita pengen go international, ammminnn. Kalo rencana jarak dekat sih pengen banget ke Bali terus punya toko kecil aja, hahaha.


Hayang oge euy ka Baliiiii, hahaha (pengen juga dong ke Bali-red). Mmm… Derau sendiri ngeliat pergerakan usaha handmade sekarang gimana?

 Sebenarnya mah kurang tahu banyak, tapi kelihatannya, sih, terus berkembang, ya. Bisa dilihat juga dari mulai banyak instansi yang mengalokasikan dana dan programnya untuk usaha rumahan...

Pesan ala TVRI Gugn?

JANGAN TAKUT!!!!! Hahaha, dan lakukan yang terbaik…
(Nunuw)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails