2.11.10

Maaf, Saya Kecewa (Catatan Memilukan dari Citra Kriya KUMKM Jawa Barat 2010)

Seorang teman pernah mengatakan, perpaduan antara hectic-nya kemacetan plus debu jalanan adalah seburuk-buruknya perjalanan di sore hari. Namun, bagi saya, macet dan debu itu kian buruk rasanya ketika tujuannya adalah mengunjungi gelaran pameran kriya bertajuk Citra Kriya KUMKM Jawa Barat 2010 di Pasteur Hyper Point beberapa waktu yang lalu. Bukan, saya bukanlah golongan pesimistis. Perjalanan akhir minggu melewati Pasteur adalah perjuangan yang pada awalnya begitu penuh semangat, apalagi, dalam benak saya, pameran kriya yang hendak saya datangi itu pastilah akan menampilkan karya-karya spektakuler. 

Koperasi Makmur Raya dan Kreativitasnya
Berbincang Menunggu Pengunjung
Setelah berjibaku nyaris satu jam lamanya menembus sore, keringat saya menjumpai kreativitas nan memesona di tengah kegelisahan yang membuncah. Ya, gelaran pameran seperti demikian di tengah hiruk-pikuk mall adalah bukan ide yang buruk jika saja diselenggarakan dengan cerdas dan tepat. Dua hal yang tidak saya temui sore itu. Padahal, stand-stand yang tersaji ibarat juadah yang sangat menggugah selera siapapun pelihatnya. Ada deretan pembordir yang menampilkan kreasi-kreasi terbaiknya. Pernak-pernik unik pun tak lupa menyembul dari barisan menampakkan balutan tradisi yang kental. Sebuah potensi yang sangat menjanjikan.
Patung-Patung Cantik Penggugah Selera
Ya, mereka tampil dengan begitu sempurna namun ibarat terasing di pestanya sendiri. Penggarapan acara yang seolah “ala kadarnya” ditambah dengan susunan acara yang kurang jelas membuat Citra Kriya kali ini seolah membunuh identitasnya sendiri. Ini adalah kali pertama saya melihat usaha kecil yang mencoba menawarkan kreasinya seperti ditikam dari belakang! Konon, acara dibuka dan ditutup oleh Ibu Gubernur yang Terhormat. Akan tetapi, konon pula, semuanya itu kemudian berkesan hanya menjadi kegiatan seremonial belaka.
Boneka pun Tak Mau Ketinggalan
Tas dan Sandal Rotan Unjuk Gigi
Tak lama saya mengamati hari bersama Citra Kriya. Kecewa? Ya, sangat. Tapi melihat para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang itu setidaknya meyakinkan saya bahwa masih banyak tangan-tangan terampil yang selalu menelurkan inovasi-inovasi menarik. Ah, semoga saja di masa depan muncul pejabat dan instansi yang mau dengan sukarela “dikerjai” para pelaku usaha lokal. Ini demi masyarakatmu wahai Bung dan Bing! Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails