18.10.10

Mengenal rajutan (6): Benang (3)

Mengulang pertanyaan yang muncul di milis merajut: "Apa maksudnya worsted weight, sport weight, dll, dan apa padanannya di Indonesia?", jadi sekarang kita ngebahas yarn weight deh, sama substitusi benang, sama apa lagi gitu lah seputaran itu...

Yang dimaksud dengan yarn weight, meskipun terjemahan 'weight' itu adalah 'berat', tapi arti sebenarnya bukanlah berat benang (sekian gram). Arti weight di sini lebih ke 'berat' secara visual, jadi lebih tepat kalo diterjemahkan sebagai ketebalan benang.

What??

Iya memang gitu. Benang dengan berat yang sama ketebalannya bisa berbeda karena berbeda jenis seratnya. Begitu pula sebaliknya, ketebalan benang bisa sama tetapi beratnya berbeda dengan alasan yang sama. Contohnya, serat wol bersifat lebih ringan dibandingkan serat katun, sehingga 50 gr benang wol ukurannya akan lebih tebal (atau lebih panjang yardagenya) dibandingkan 50 gr benang katun.

Jadi sekali lagi, yang dimaksud dengan yarn weight adalah ketebalan benang. Lalu apa itu sport, worsted, dll? Ini adalah standar ketebalan benang yang berlaku di Amerika Serikat. Yarn weight diukur dari jumlah tusukan per 4 inci (10 cm) dalam satu baris.

Di bawah ini adalah chart standar yarn weight yang dikeluarkan oleh CYCA (Craft Yarn Council of America):

Photobucket

Di luar USA, ada negara yang punya standar sendiri, ada yang tidak punya standar. Di UK dan negara-negara commonwealth seperti Australia dan New Zealand, yarn weight diukur (atau lebih tepatnya diistilahkan) dengan "ply". Misalnya laceweight padanannya di UK adalah 2ply/3ply, fingering = 4 ply, dst. Lebih lengkapnya bisa liat di website ini.
Di Jepang sepertinya ada standarnya juga, tapi saya lupa gimana hitungannya. Dulu Fitri pernah cerita sama saya sebelum dia pulang ke Indonesia.

Sebetulnya ada lagi mekanisme penentuan yarn weight, tapi seringnya dipakai oleh machine knitters. Caranya adalah menghitung yards per pound (ypp), atau juga menghitung wraps per inch (wpi). Benang yang 800 ypp itu masuk ke bulky, kalo 2400 ypp itu apa gitu lupa. Fingering gitu ya.

Terus di Indonesia gimana? Di Indonesia belum ada standarisasi ukuran benang rajut, karena budaya merajutnya juga tidak (belum) kuat, sehingga belum dirasa butuh. Sekarang mungkin sudah butuh ya, dengan melejitnya kepopuleran merajut. Saya cuma bisa mengira-ngira dari informasi yang saya dapet dari temen-temen merajut di Indonesia, dan dari sampel benang yang dikirim oleh kakak saya dari Bandung, bahwa benang-benang yang banyak beredar di Indonesia itu kebanyakan yarn weightnya kira-kira fingering (superfine) ke bawah.

Terus gimana dong kalo polanya pake benang worsted? Fingering kalo dirangkap dua, jadi sport. Sport dirangkap dua jadi DK, DK dirangkap dua jadi worsted. Jadi dari fingering ke worsted, benangnya rangkap...8! Kalo knitting, benang rangkap-rangkap ga terlalu masalah. Tapi kalo crochet, suka nyangkut-nyangkut.

Oiya, di bawah ini foto sampel-sampel benang dari Bandung kiriman kakak saya, dari toko Sumber Bola, toko Aneka, Tobucil, yang bikin saya bisa mengira-ngira peta perbenangan Indonesia. Benang-benang di bawah udah saya pisahin berdasarkan yarn weight. Klik aja fotonya buat lebih jelasnya.

Si benang warna warni di tengah bawah itu, adalah benang 'wol' yang ternyata akrilik itu. Termasuk fingering weight.
Oiya, kalo crochet thread sih, sepertinya sudah standar ya? Size 10 size 20 sepertinya yang umum.

Oke, segitu dulu soal benang ya. Ada pertanyaan?

Pertanyaan dari Iyun:
"maksudnya apa teh yg crochet thread? kalo disejajarin sama standar yg di atas, masuk yg mana size 10 dan 20 ini?"

Crochet thread adalah benang-benang halus yang biasanya bahannya katun (juga ada nilon, dan blend rayon atau wol), yang dipakai untuk membuat renda-renda, semacam doilies dan taplak-taplakan, renda-renda pinggiran, dll. Size 10 kira-kira sama dengan laceweight. Size 10 disebut juga bedspread weight. Semakin besar nomor sizenya, semakin tipis dan halus benangnya. Size 20 itu kira-kira dua kali lebih tipis dari size 10. Semakin kecil nomornya, semakin tebal. Size 3 kira-kira antara fingering dan sport weight. Lebih lengkapnya ada di website ini.

Crochet thread biasanya dijual dalam bentuk gulungan seperti di bawah ini.


Oiya, di foto sampel-sampel benang itu, ada benang katun dari toko Aneka, ukurannya sama dengan size 3-nya crochet thread dari DMC.

Oiya lagi. Jangan dikira benang-benang halus begini nggak bisa dipake knitting. Bisa! Mau bukti? Tuh di foto atas itu ada dua sampel rajutan warna krem dan krem-ijo kan di pinggir kanan? Itu saya rajut dengan dua rangkap crochet thread no 10.

Knitting 101, rubrik khusus untuk mengetahui apapun tentang merajut. Persembahan Klab merajut tobucil & klabs dan Dydy: pendiri milis mari_merajut, Perpustakaan Art & Craft Tobucil & Klabs dan merajut.com.

1 komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails