8.10.10

Menganyam Seni Ala Jatiwangi Art Factory


Ada yang menarik mata saya pada gelaran Bambu Nusantara kemarin. Pada pojok selasar Sabuga, seorang lelaki muda tengah asyik bercengkrama dengan pisau dan bambu di tangannya. Gatal rasanya jika tak bertegur sapa dengan lelaki semacam ini. Lelaki semuda itu dengan ketekunan seindah itu! Papan nama kecil nan bulat yang terpampang mengguratkan tulisan “Jatiwangi Art Factory (JAF)”.


 “Sigit. Panggil aja Sigit JAF,” jawabnya singkat dengan senyum nan ramah di awal perkenalan kami. Ya, perkenalan yang sebenarnya hadir karena saya begitu penasaran dengan apa yang tengah di buatnya. Semula saya mengira ia sedang membuat bola untuk olahraga sepak takraw. Wow, tapi setelah merenung-renung agak lama, benda aneh itu sepertinya kurang bulat jika disebut bola. Atau mungkin gelas?? Waduh. Makinlah tebakan ini kian meleset. Tapi, terus terang saja, nama “Jatiwangi” yang berada di daerah Majalengka itu seringkali terdengar di telinga saya. Sebuah tempat di mana kreativitas berbalut kesenian menjadi ciri khasnya. Sayang, sampai detik ini saya belum sempat untuk mengunjunginya. Tapi, setidaknya keinginan tersebut terobati melalui perbincangan sore dengan Kang Sigit. Penasaran dengan JAF? Yuk, simak obrolan singkat saya untuk Tobucil's Handmade!

  
Ini sebenarnya sedang membuat apa, Kang?
Bikin topeng.

Topeng?? (jawaban tidak terduga!)
Iya, topeng. Buatnya juga sederhana, Cuma pakai bambu dan tali. Mmm.. sejenis tali tambang untuk mengikat genteng berbahan rumbia, Topeng-topeng ini biasanya dipakai untuk di karnaval atau pesta ulang tahun. Ganiati (kelompok performance) juga sering menggunakan topeng-topeng buatan JAF.

Selain topeng, JAF biasanya membuat apalagi?
Macam-macam. Mulai dari karya-karya seni sampai peralatan rumah tangga
(Hmm, bahkan saya pernah melihat yang lebih unik lagi. Gitar yang terbuat dari tanah dan dinamai dengan gitar genteng. Gitar berbahan ini pertama kali dibuat dalam bentuk gitar akustik dan dimiliki oleh musisi Bandung Mukti-Mukti).


Apa sebenarnya yang hendak dibangun oleh JAF?
Pada dasarnya apa yang berkreasi di dalam JAF adalah warga-warga di Jatiwangi yang umumnya bermata pencaharian sebagai pembuat genteng. Perajin genteng. Ya.. jadi Jatiwangi itu semacam mmm… daerah yang dikembangkan bersama kawan-kawan untuk menebarkan kecintaan terhadap seni dan budaya. JAF juga memiliki agenda-agenda rutin. Misalnya saja Forum 27 yang digelar setiap tanggal 27 tiap bulannya. Pada forum ini digelar acara “ngariung kebudayaan”, jadi semacam diskusi yang membahas mengenai kebudayaan. Lalu setiap dua tahun sekali juga digelar festival yang menyuguhkan beragam kesenian seperti musik dan hasil-hasil kerajinan.

Foto oleh JAF
Ah, masih banyak sebenarnya yang ingin saya tanyakan kepada lelaki yang satu ini. Namun rasanya tak patut jika terus menerus mengganggu Kang Sigit yang tengah asyik merangkai bilah-bilah bambu di depannya. Sebaiknya saya beranjak. Ups, jangan lupa, kunjungi JAF di www.jatiwangiartfactory.org!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails