8.10.10

Catatan Kecil dari Bambu Nusantara


Suara mirip petikan gitar meraung-raung, mencabik ke segala arah. Penonton mulai berjejal seakan tak mau kehilangan detik-detik berharganya barang sekejap. Lelaki berambut gondrong yang menjadi pusat perhatian seolah tak ambil pusing dengan kerumunan yang tersaji di hadapannya. Kecamuk nada-nada penuh racikan distorsi dengan delay yang merayap-rayap terus merambat bagai racun paling berbisa yang menghipnotis semua mata! 
Bambu Wukir
Tak jauh dari sana, segala macam boboko (wadah nasi), tudung saji, dan preketek (bermacam) alat dapur lainnya tersaji. Tampak membingungkan? Tapi tunggu dulu, bagi yang berharap membaca mengenai liputan pertunjukan music heavy metal atau glamrock ala 80-an dengan penonton ibu-ibu yang sedang bersiap memasak sebaiknya bersiap-siap untuk kecewa! Adalah sebatang bambu yang disulap oleh kelompok Bambu Wukir menjadi sejenis alat musik menyerupai gitar yang telah menggemparkan dengan gejolak gelegar distorsinya. Lalu alat-alat dapur tersebut? Aw, ternyata Imah Tasik adalah penyebab kericuhan dapur mania di sore hari!

Imah Tasik
Inilah pesta bambu yang cukup membuat siapapun yang melihatnya ternganga takjub. Gelaran rutin bertajuk Bambu Nusantara (World Music Festival) ini memang rutin diadakan tiap tahunnya di selasar Sabuga, Bandung. Sore bersama Bambu Nusantara adalah sore di mana dengan mata kepala sendiri setiap orang bisa melihat bagaimana kreativitas berkarya hadir melalui batang-batang bambu yang diracik sedemikian rupa. Hadir melalui tangan terampil pribumi nan cekatan. Selain Bambu Wukir dan Imah Tasik, ada pula Komunitas Hong yang memanfaatkan bambu untuk membuat mainan tradisional, Angklung Music Society yang dengan menakjubkan memainkan beragam alat musik bambu, serta berbagai kreasi bambu lainnya yang sempat terabadikan dalam kamera pocket kesayangan saya.

Angklung Music Society


Meski selama ini bambu cenderung dilihat sepele serta belum menjadi prioritas pengembangan plus masih dilihat sebagai "bahan milik kaum terpinggirkan yang cepat rusak”, ternyata masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Faktanya, dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11%  dari keseluruhan jenis tersebut adalah spesies asli Indonesia

  
Walaupun fakta di atas berbicara mengenai kekayaan bambu yang dimiliki oleh bangsa dengan tanah paling subur di bumi ini, minimnya pengembangan bambu adalah sebuah ironi yang mungkin sulit untuk ditolak. Hmm.. cukup dengan melankolitas berlebihnya! Ada baiknya mengagumi beragam karya yang tersaji di Bambu Nusantara. Waw, tiba-tiba saya ingin cepat pulang dan menyebarkan foto-foto kreasi bambu sambil berkreasi dengan bambu! Membuat bambu runcing mungkin bisa menjadi awal yang baik, hehehehe :D. Yuk, berkreasi dengan bambu sambil melihat sajian foto-foto dari Bambu Nusantara sebagai inspirasi. Mari!

2 komentar:

  1. yang di bambu wukir kayaknya ada si dani armada racun :) hai haii

    BalasHapus
  2. wow!!! ada Dani masuk blog Tobucil! hahaha :D
    padahal abis ketemu di kereta semalam :)

    keren pisan euy si oom satu ni!

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails