5.3.10

Mau Mulai Sendirian Atau Sama-sama?

Memutuskan memulai usaha sendirian atau bersama rekanan bisnis, seringkali menjadi keputusan yang gampang-gampang susah. Seringkali hanya karena sama-sama berniat bikin usaha dan butuh penanam modal, tawaran untuk memulai usaha bersama orang lain menjadi sulit untuk dihindari. Berikut ini  beberapa hal yang disampaikan Meg Mateo Ilasco dalam bukunya  Craft Inc. Turn Your Creative Hobby Into a Business  mungkin bisa  menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah kamu akan memulai usaha ini sendirian atau bersama dengan rekanan bisnis.

1. Jika kamu mengira bahwa memulai usaha bersama dengan rekanan bisnis akan mempercepat usaha yang kamu mulai untuk berkembang, hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar. Semakin banyak kepala yang terlibat, semakin lambat dalam proses pengambilan keputusan. Memang beban pekerjaan bisa menjadi lebih ringan karena tidak kamu kerjakan sendiri, tapi pengambilan keputusan tetap saja harus menjadi keputusan bersama. Seperti halnya sebuah pernikahan, bekerja sama dalam bisnispun, perlu mempertimbangkan aspek 'kebahagiaan bersama'. Jika kamu mengambil keputusan sendiri, maka kemungkinan besar, rekan bisnismu akan merasa tidak dihargai sebagai pihak yang punya hak untuk menentukan keputusan. Memulai usaha bersama bukan sekedar membagi pekerjaan atau keuntungan bersama-sama secara adil, tapi juga memulai usaha bersama itu seperti membagi mimpi dan cita-cita. Jika kamu lebih banyak mengambil keputusan sendirian, rekanan bisnismu akan merasa tidak berarti dalam kerjasama ini. Perlu diingat pula, dalam mengambil keputusan, rekan bisnismu pasti punya cara, pendekatan dan waktu yang berbeda. Jika kamu bukan termasuk orang yang cukup punya kesabaran untuk menunggu orang lain mengambil keputusan, sebaiknya kamu mulai usahamu sendiri saja.

2. Kerjasama yang baik dilandasi oleh kesadaran akan kekuatan masing-masing. Sejak awal secara terbuka masing-masing mengutarakan apa yang menjadi keahliannya, sehingga masing-masing pihak dapat mengetahui kekuatan apa yang sudah dimiliki dan apa yang perlu dilengkapi. Kerjasama yang baik juga dilandasi oleh sikap saling menghargai satu sama lain, kesamaan etos kerja, visi dan tujuan yang sama dan tentu saja rasa nyaman dan 'nyambung' satu sama lain. Perlu disadari mencampur adukkan masalah uang dengan hubungan (misalnya ketika mengajak teman, sahabat atau saudara menjadi rekan bisnis) bisa sangat mempengaruhi baik hubungan bisnis maupun hubungan pertemanan, persahabatan atau persaudaraan itu sendiri. Kamu bisa lebih toleran sebagai teman, tapi tidak dalam masalah bisnis. Ketika menjalankan usaha bersama, seringkali kamu atau rekan bisnismu yang selama ini berteman atau bersahabat denganmu, akan menampilkan karakter atau sisi lain yang berbeda yang mungkin tidak dikenali satu sama lain. Siapkah kamu melihat sisi yang ternyata tidak kamu kenali dan ternyata membuat kamu tidak nyaman dengan itu. Tanyakan hal ini pada dirimu sendiri, sebelum memutuskan apakah kamu akan memulai usahamu sendiri saja atau bersama dengan orang lain.

3. Jika kamu memutuskan untuk memulai usahamu bersama orang lain, pastikan kamu menuliskan semua kesepakatan yang kalian buat bersama. Tidak semua kerjasama harus dibagi sama rata misalnya 50/50. Dan perlu diingat, ketika bersama-sama, kamu tidak hanya berbagi kepemilikan tapi juga berbagi kerugian, hutang dan masalah dari usaha yang kamu jalankan bersama. Itu semua harus disadari sejak awal. Jangan lupa pula, sejak awal tuliskan sangsi apa yang harus dijalani, pada saat kesepakatan bersama itu dilanggar oleh salah satu pihak. Atau apa yang harus dilakukan jika hal-hal yang sudah disepakati tidak dapat dilaksanakan. Konsekuensi apa yang harus ditanggung oleh semua pihak.

4. Ketika kerjasama tidak berjalan dengan baik dan kamu harus berpisah dengan rekanan bisnismu, sudah bisa dipastikan itu akan berpengaruh pada hubungan personal di antara kalian. Jadi pertimbangkan baik-baik jika akan bekerjasama dengan teman, sahabat atau saudaramu. Pertimbangkan resiko kegagalannya. Kamu tidak hanya kehilangan uang atau investasi, tapi juga kamu bisa kehilangan teman atau sahabat, jika usaha bersama ini gagal.

5. Hal terpenting untuk membuat keputusan ini adalah kamu mengenali betul diri kamu sendiri. Jujurlah pada dirimu untuk menjawab apakah kamu tipe yang  bisa bekerja sama dan cukup sabar serta toleran terhadap orang lain atau sebaliknya. Kejujuran ini sama pentingnya dengan kejujuran dalam menilai kemampuan diri sendiri untuk memulai usaha ini. Mulailah dari sesuatu yang kamu miliki sendiri, meski awalnya terlihat kecil dan sederhana. Setelah kamu memulainya dan merasakannya, lambat laun kamu akan belajar untuk menemukan cara bagaimana bekerjasama dengan orang lain.

Selamat Memutuskan :)

[vitarlenology]

1 komentar:

  1. mbak...tips-tips dari tobucil bizz bener-bener menjawab pertanyaan di kepalaku minggu-minggu terakhir ini. terima kasih sekali yaaaa :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails