5.3.10

Attina & Evan Driyananda, The Dynamic Duo Recycle Experience

 
Attina dan Evan Driyananda
Tentang Recycle Experience: www.recycleexperience.blogspot.com
Atau gabung di Fan Page Facebooknya: Recycle Experience

Jika kamu membaca penjelasan tentang apa itu Recycle Experience, Evan dan Attina_ dynamic duo yang ada di balik semua eksplorasi ini menjelaskan: Recycle Experience dimulai sejak tahun 2006 di Bandung,  lahir dari keinginan untuk membuat dan mendesain kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dan memberinya nilai baru melalui karakter-karakter robotik. Begitulah penjelasan yang 'cukup serius' tentang Recycle Experience. Namun jika kamu bertemu langsung dengan sosok Attina dan Evan, kesan serius itu tentu saja langsung hilang berganti kesan play full, kocak dan seru dan memang begitulah keseharian Evan dan Attina. Baru saat wawancara ini berlangsung, akhirnya mereka bisa cukup serius menjelaskan apa yang selama ini mereka lakukan. Saya menemui mereka berdua di sela-sela pameran solo mereka yang pertama: My Secret Gardenm, di Lou Belle, Jl. Setiabudi 56 Bandung.


"REEXP RECONSTRUCTION"
mix media instalation

"Mereka Tidak Sendiri"  pameran bersama, at Museum BARLI, 5 - 26 desember 2009, Bandung, Indonesia

Bisa jelaskan apa yang membedakan pameran ini dengan pameran kamu yang lain?
Evan (E): Ya ini adalah pameran solo kami yang pertama. Ada karya-karya baru juga. Dan dipameran ini juga sebenarnya karya-karya yang ditampilkan adalah progress dari karya lama yang direspon kembali. Jadi memang ada yang di rekonstruksi ulang dari karya yang udah ada, tapi ada juga karya yang memang dibuat baru. Misalnya karya yang besar-besar juga karya-karya figure yang dibuat seniman-seniman luar yang kemudian di respon dan di custom oleh Recycle Experience. 

Ada berapa seniman yang karyanya di custom oleh Recycle Experience?
E: Semuanya ada lima. Empat seniman dari luar dan satu dari dalam negeri. Diantaranya Kid Robot (Munny), Play Imaginative (Trexi), Design by Eric Scarecrow - ESC Toys (Soopa), Mytummytoys (Olee).

Dalam mengcustom karya-karya seniman itu, kamu kasih tau mereka dulu atau memang langsung di respon sama kamu?
E: Di dunia toys art sendiri, biasanya sih kalau kita mau costum karya seorang seniman, bisa langsung kita custom aja. Baru nanti foto hasil customnya kita kirim ke mereka. Bisa juga kita ngomong dulu sebelumnya untuk ngajak kolaborasi. Tapi yang sekarang sih saya langsung custom aja. Seniman-seniman yang saya pilih itu bisa dibilang Toys Inspirator lah buat saya. Kaya Munny, itu salah satu perusahaan toy besar di dunia.  

  
RECYCLE EXPERIENCE X Serat Recycle art X Eco Fashion, BEC Goes Green 2009
Bandung Electronic Center, Bandung 17 - 23 November 2009



Kalau figur robot yang kamu pakai disini, apa sekedar figurnya juga atau teknologinya juga?
E: Kalau kita ngomongin robot, itu kan udah beda ya artinya sama instalasi. Kalau robot kan lebih ke media teknis yang bisa diatur oleh manusia. Tapi kalau instalasi ini, meski ada kinetisnya atau jadi kinetis art yang ditekankan lebih ke aspek instalasinya. Evan sendiri ngarahinnya karya-karya ini lebih ke instalasinya. 

Berarti kemampuan robotiknya menjadi tidak terlalu penting ya?
E: Iya kalau di karya-karya Recycle Experience, kemampuan robotiknya lebih sebagai 'pemanis' lah. Basicnya dalam dunia seni apa yang dikerjain ini lebih masuk dalam kategori found object. Bisa juga masuk dalam kategori seni sampah atau junk art. Kalau di urut-urut lagi bisa masuk dalam kategori urban art juga. Masuk juga dalam jenis toys art. Cuma kalau toys art selama ini lebih banyak menggunakan bahan seperti resin, kaleng, nah kalau Evan lebih memilih menggunakan sampah atau barang-barang yang tidak terpakai. Jadi bisa juga disebut sebagai recycled toys. 

Jadi ini semua memang kamu bikin dari barang-barang yang sama sekali sudah tidak terpakai ya?
E: Ada juga sih barang barunya seperti komponen-komponen kinetisnya. Ada juga yang buat pondasinya atau kaki-kakinya. Biasanya pakai barang baru karena lebih kuat aja.

  
ADDICT, T-shirt Exhibition & Trade Fair, July 17 - 26, fX Mall - f6, Jakarta 2009. RECYCLE EXPERIENCE play in the MONIK - ZAPATA , Exhibition 

Ngomong-ngomong kenapa sih kamu tertarik dengan toys art ini?
E: hahaha.. karena masa kecil saya kurang bahagia..
Attina (A): sebenarnya juga karena menurut kita mainan adalah lambang kebahagiaan. 
E: Jadi kebalik, kalau Evan masa kecilnya kurang bahagia, kalau Tina masa kecilnya terlalu bahagia. 
A: Kalau Evan masa kecilnya ga punya banyak mainan, kalau aku terlalu banyak punya mainan. Makanya aku sama Evan menganggap lambang kebahagiaan itu mainan. Karena menurut kita, meski sudah tua orang juga tetap punya mainan. 

Trus kenapa sih lebih memilih menggunakan barang-barang bekas?
A: soalnya ingin memberi alternatif cara membuat karya yang tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Terus juga pengen kasih liat aja, bahwa dengan memanfaatkan apa yang ada di sekeliling kita, kita juga bisa membuat sesuatu dari hal-hal yang luput dilihat oleh orang.
E: Jadi seperti memberi nilai pada barang-barang yang kecil dan kurang diperhatikan oleh orang banyak, tapi kalau diberi sedikit sentuhan bisa jadi pusat perhatian. Kalau dari sisi memanfaatkan sampahnya, Evan juga ingin lebih peduli pada masalah lingkungan. 

Apakah karya-karya ini kamu jual juga?
E:  orang yang nanya gitu. Di jual ga karyanya? Di jual tapi diperlakukan sebagai sebuah karya seni. Jadi harganya juga harga karya seni. Dan kita juga baru mau jual setelah kita melakukan pameran solo. Selama ini sih kita bikin gimmick, produk-produk kecil untuk kita jual seabgai merchandise. 
A: Tapi orang juga masih suka bingung sih membedakan apakah karya ini sebagai karya seni atau kerajinan biasa. Ada orang yang datang dan bertanya soal mainan-mainan ini, toys karya seniman-seniman itu misalnya. Orang-orang ga tau kalau ternyata mainan-mainan ini dibuat oleh seniman. Mereka pikir mainan bisa dibikin oleh siapa aja.  Jadi ya kita juga perlu memberi penjelasan pada orang-orang bahwa mainan-mainan seperti toys art ini dibuat khusus oleh para seniman. Biar mereka bisa membedakan mana mainan yang memang karya seni dan yang bukan. Makanya kita senang kalau diundang ngajar, kasih workshop di institusi pendidikan, sekalian mengedukasi, supaya semakin banyak orang tau.
E: Dari yang sudah-sudah banyak yang menganggap Recycle Experience ini adalah organisasi lingkunangan. Makanya kita ingin menegaskan juga, bahwa Recycle Experience ini bukan organisasi, tapi art project.  

  
RECYCLE EXPERIENCE ON THE STREET, At Car Free Day, 30 Mei, Bandung, 2009 

Kalau kamu amati, di Bandung sendiri banyak ga sih yang mengerjakan ini? 
A: awalnya sih masih agak jarang. Tapi ke sini-sini lumayan. Suka ada yang tiba-tiba ngetag gambar ke kita dia lagi ngerjain toys art.. gara-gara liat Recycle Experience. Ada juga yang ngirimin kita link bahwa dia lagi ngerjain proyek toys art. Kita jadi mulai tau siapa-siapa aja yang mengerjakan ini..
E:  Tapi yang terus menerus mengerjakan seperti yang kita bikin, kita belum ketemu.

Ada rencana pameran di tempat yang lebih merepresentasikan seni, seperti galeri atau museum?
E: Ya pengen banget sih, tapi ini juga ya, para penggiat seni di sini juga masih bingung sama yang kita kerjain, apakah ini termasuk dalam seni atau bukan.. kenapa untuk pameran ini Evan pilih di sini, karena menurut Evan juga karena lebih pas dengan kultur yang mau Evan bawa dengan karya-karya ini.  Dan orang-orang yang datang juga emang kebanyakan orang yang paham soal toys art, jadi ga perlu terlalu dijelasin juga. [vitarlenology]  

1 komentar:

  1. keren abiiis ... idenya dahsyaat ... aku pernah melihat karya-karya mereka waktu acara crafty day di Tobucil ... 100 thumbs up .. !!

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails