18.2.10

Kisah Tari Dan Teapot Studio

Tari di depan Tea Pot Studio

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi studionya Endang Lestari atau biasa yang akrab di panggil Tari, seorang perupa keramik. Sebuah studio keramik di daerah Kaliurang KM 5, Yogjakarta ini, selalu menyenangkan untuk di datangai.  Dengan memanfaatkan bekas joglo yang di dapatkan dengan harga yang sangat murah, Tari dan Sujud Danarto_suaminya yang juga seorang kurator seni rupa_ mengubahnya menjadi studio mungil tempat Tari berkarya.

 Seperti khas rumah Jawa lainnya, studio ini ngga punya jendela. Namun tiga pintu dan konstruksi atap dan langit-langit membuat sirkulasi udara cukup leluasa.

 
Meja besar di tengah studio ini, sangat membantu Tari dalam mengerjakan produksi keramik-keramik berukuran kecil seperti untuk souvenir.

 

 


 

 

Diperlukan rak-rak yang cukup kokoh untuk menyimpan bahan dan juga hasil bakaran.

 

Tungku pembakaran adalah modal dasar yang perlu dimiliki oleh sebuah studio kramik. Tungku yang digunakan Tari volumenya 60 cm dan harga untuk membuatnya sekitar 10 jt sampai 16 jt untuk setiap tungkunya. Penempatan tungku juga perlu diperhitungkan dan disesuaikan dengan sirkulasi pembagian tahapan kerja. 




Jika kamu ingin membuat studio keramik, Tari punya tips untuk memulainya: Tidak perlu menunggu sampai semua perlengkapan yang perlukan tersedia yang penting mulai saja dulu dengan hal mendasar yang perlu ada yaitu, tempat, tungku dan meja kerja. Selebihnya bisa dilengkapi sambil jalan. Tari sendiri berharap studio keramiknya bisa segera dilengkapi dengan mesin pengolah pasir untuk memudahkan prosesnya dalam berkarya.

Tari bisa dikontak di sini.
Lebih banyak foto Tea Pot Studio bisa di lihat di Flickr Tobucil & Klabs 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails