30.10.09

Play Dead Bersama Aneka Serat



Play Dead. Pameran Seni Serat. 16 -31 Oktober 2009.
Karya: Grace Carolline Sahertian, Maradita Sutantio, Pananingtyas Prabantari (Ririe)
Galeri Kita Jl. R.E. Martadinata 209 Bandung

Play Dead.  Berpura-pura mati untuk mendapatkan dog snack sebagai bagian dari permainan yang dilakukan antara anjing dan majikannya.  Rupanya, permainan seperti ini menginspirasi tiga mahasiswi jurusan Kriya Tekstil FSRD ITB dan membawa semangat  'Play Dead' pada karya-karya yang mereka pamerkan di Galeri Kita, Bandung. Bermain-main dengan serat dan teknik untuk menghasilkan apa yang disebut Maradita dalam pengantar pamerannya sebagai 'karya progresif bersifat kekinian'.

Dua puluh satu karya yang ditampilkan mencoba  mengekplorasi aneka serat alami maupun sintetis dan teknik seperti weaving, crochet, tenun, sulam. Misalnya karya Grace Caroline sahertian yang berkolaborasi dengan Almira Firmansyah berjudul 'Tea Time' mencoba menggabungkan bahan benang katun rami dengan kawat tembaga. Dengan teknik crochet mereka membentuknya menjadi satu set poci dan cangkir untuk minum teh. Kawat tembaga dalam karya ini berfungsi memberi bentuk pada benang yang direnda (crochet) dengan pola lingkaran sederhana.


'Tea time' Grace Carolline Sahertian Colaboration with Almira Firmansyah. 
Material: Kawat, Katun, Paper, Kancing. Teknik Crochet, Tea Dye, Sulam.
Ukuran: 60 cm X 32 cm x 14 cm. 2009

Karya yang menggunakan crochet sebagai teknik penggarapannya adalah karya Ririe yang berjudul '(F)antient II'. Ririe membuat 'ruffle' dari crochet dan menempelkannya pada bagian leher foto anjing huskynya.


'Every One Haved It' karya Maradita Sutantio. 
Material: Sutra Satin & Mix Media. Teknik: Digital Print on Fabric, Sulam, Kolase. 
Ukuran (variabel) : 200 cm -150 cm. 2009

Sedangkan Bulatan pamidangan yang membingkai karya-karya Mardita Sutantio,  diantaranya dibuat dengan teknik sulam (embroidery) dengan tusukan running stitch, mengikuti outline bergambar anjing labrador dan helicopter. Karya lain yang menarik adalah yang dibuat dengan menggunakan teknik sulam usus dan jahit tangan. Dengan menggabungkan materi: Sutera bombyx mori, sutera attacus, sutera criculla, rayon, polyester dan batu alam, menghasilkan bentukan-bentukan amorf yang sebenarnya bisa lebih liar lagi.

 
 '(F)atient - First Circle' karya Pananingtyas Prabantari. 
Material: Sutera bombyx mori, sutera attacus, sutera criculla, rayon, polyester dan batu alam. 
Teknik: Jahit tangan, sulam usus. Ukuran: 75 cm X 35 cm. 2008

Rasanya menyenangkan bisa menikmati pameran yang mengekplorasi seni kriya seperti ini karena tidak banyak pameran yang mengusung karya-karya seperti ini. Semangat untuk bermain-main teknik dan bahan sangat bergantung pada sejauh mana penguasaan material dan teknik 'craft' serta kepekaan menangkap kekinian dan cita rasa seni senimannya. Masih diperlukan proses eksplorasi yang lebih 'liar' juga kemampuan teknik yang lebih tinggi lagi untuk bisa sampai pada sebuah karya yang menyebut dirinya 'progresif dan kekinian' seperti yang dimaksudkan Maradita. Namun sebagai sebuah semangat awal untuk bermain dan berekplorasi, pameran ini menarik untuk di apresiasi. [t]


Lebih jauh tentang Play Dead 2009 ada di
www.playdead.blogspot.com http://seniserat-playdead.blogspot.com/ atau kontak via email: play.dead@gmail.com play.dead.play@gmail.com

4 komentar:

  1. Terimakasih tobucil udah bersedia dan repot-repot mampir..

    Yuk mari kita 'liar' bersama.. hehehee..

    *maaf ada ralat..
    email play dead: play.dead.play@gmail.com
    blog play dead: http://seniserat-playdead.blogspot.com/

    Terimakasih ya, maju terus seni serat Indonesia
    salam
    -maradita sutantio-

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails