22.10.09

Errie Nugraha dan Profesi Baru Sebagai Ilustrator




Errie Nugraha, Ilustrator, Studio Kontemplacity
  
Errie Nugraha. Sosoknya dikenal kocak dan santai. Di tobucil sendiri, kehadirannya selalu  membawa keceriaan dan canda tawa. Keragaman pengalaman artistiknya: seperti teater dan aktivitasnya di Asosiasi Hoki Indonesia, justru memperkaya kemampuannya dalam penggarapan desain dan ilustrasi yang selama ini dikerjakan. Berikut ini petikan obrolan santai saya dengan Errie di garasi tobucil, di sela-sela kesibukannya merintis studio desainnya: Studio Kontemplacity di daerah Tubagus Ismail, Bandung.



'Kursi Roda' Ilustrasi karya Errie Nugraha untuk Salamatahari #2

Bisa ceritakan background artistik kamu?
Latar belakang pendidikan saya dari Desain Komunikasi Visual UNPAS, angkatan 2001 lulus 2007. Dari situ saya jadi bisa mengerjakan animasi, video, fotografi, desain grafis dan merajut juga khusunya yubiyami (merajut dengan menggunakan tangan). Setelah mencoba menjalani banyak jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuan saya itu, akhirnya saya mengikrarkan diri untuk fokus di ilustrasi. Dari dulu  saya menyadari bahwa saya ga bisa gambar bagus, kalau pun bisa itu memakan waktu yang cukup lama. Gambar saya sering disangka gambar anak kecil, tapi saya suka mengerjakannya.

Sudah berapa buku ilustrasi yang kamu kerjakan?
Sebenarnya saya memutuskan jadi ilustrator juga baru tahun 2009. Jadi ini profesi yang baru buat saya yang fokus saya tekuni. Sebelumnya terlalu serabutan.


'Gerimis' Ilustrasi karya Errie Nugraha untuk Salamatari #2

Ilustrasi seperti apa yang biasa kamu kerjakan?
Ilustrasi yang gambarnya seperti gambar anak-anak.

Apa kemudian mengkhususkan untuk buku anak-anak?
Yang sudah pernah saya kerjakan itu buku Panduan Hoki untuk anak-anak itu yang khusus untuk anak-anak. Lainnya yang ilustrasinya sudah sampai jadi buku, ya Salamatahari #2 yang akan di luncurkan 8 November 2009 nanti. Sisanya masih jadi ilustrasi kesepian karena tidak ada teksnya. Masih gambar aja dan belum menemukan tulisan sebagai pasangannya. Saya lagi belajar jadi blogger. Ilustrasi yang kesepian itu mau saya terbitkan di blog aja.

Apa yang membuat kamu lebih memilih ilustrasi daripada fokus di keahlian kamu yang lain?
Karena saya sangat tertarik dengan buku anak-anak. Karena menurut saya main sama anak-anak itu ga susah. Saya menemukan kepribadian saya yang lain dalam diri anak-anak itu.. hehehe.. Dulu saya pernah ikut mengelola program pendidikan di luar sekolah dan saya menemani mereka menggambar, bercerita, bermain. Di keluarga juga saya selalu kebagian tugas jadi baby sitter keponakan-keponakan saya.

Kamu cukup paham dong dengan dunia anak-anak ini?
Kalau di sebut memahami sih engga juga. Lebih tepat disebut saya sangat menyukai dunia anak-anak.

Kalau bicara soal buku anak-anak di Indonesia, industri perbukuan tidak banyak menerbitkan buku-buku anak-anak dengan cerita, ilustrasi dan kemasan yang cukup baik, apakah itu juga jadi kepedulian kamu juga?
Ya memang itu juga yang menjadi latar belakang kenapa saya mengerjakan tugas akhir "Panduan Hoki Untuk Anak-Anak". Saya ingin menyumbangkan keahlian saya ini  untuk dunia perbukuan anak-anak yang masih sangat sedikit itu. Gara-gara baca 'Bahasa Rupa' juga sih, akhirnya saya memutuskan untuk fokus di dunia ilustrasi anak.

Di satu sisi ada idealisme untuk berkontribusi pada dunia perbukuaan anak dengan membuat bacaan anak dengan ilustrasi yang menarik, tapi di sisi lain industri perbukuannya sendiri belum kondusif untuk mendukung idealisme kamu itu, apa siasat kamu untuk menghadapi situasi ini?
Yang pasti sih saya akan berusaha nerbitin sendiri dan pemasaran online. Bisa dijual dalam bentuk soft copy dan tidak perlu di cetak juga. Sebenarnya saya juga lagi mencari cara bagaimana pemasaran online ini khususnya untuk produk-produk seperti ini supaya tidak merugikan creatornya. Karena mungkin tidak kondusifnya juga mulai dari penjualan ide ke pernebitan yang ga setimpal imbalannya, sebenarnya target saya juga satu sampai dua tahun ke depan itu ya self publishing atau ya di jual putus ke penerbit dan ga perlu masuk ke industri besar yang biasanya menerapkan sistem royalti.  Jadi ya coba untuk subsidi silang. Memang belum mendapatkan formula yang pas untuk menghadapi situasi ini, tapi sudah ada pilihan-pilihan.



'Oma Kerlip' Ilustrasi karya Errie Nugraha untuk Salamatahari #2

Ceritakan soal Studio Kontemplacity dong..
Sebuah tempat yang bercita jadi studio desain. Bisa mengkontemplasikan kehidupan keseharian di kota lewat karya-karyanya. Studio ini cita-citanya banyak, ingin bisa memfasilitasi banyak bidang, integrasi berbagai media dalam satu karya.

Sudah sejauhmana cita-cita ini terealisasikan?
Baru dalam bentuk buku. Saya sendiri masih serabutan dalam rangka subsidi silang. Karena saya masih sendirian membangun studio ini dan ilustrasi ini masih jadi proyek idealis saya yang dibiayai dari kerjaan menjadi 'buruh jasa' mengerjakan desain-desain pesanan. Memang sih waktu saya lebih banyak tersita untuk proyek-proyek cari uang, tapi sejauh ini masih bisa mengerjakan yang idealis. [t]

1 komentar:

  1. Ok gan mg studionya rame pesanan.
    Profesiku jg ilustrator di sbuah pnerbitan di solo,pekerjaan yg dl g sm skali kepikir,dari hobi menggambar jd profesi hingga 8 th belakangan ini msh ttp di desain d ilustrasi.
    Yg jls ne pekerjaan yg menyenangkan ya gan,krn seni itu luas.sukses bro

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails