26.9.07

Kliping: Belia Pikiran Rakyat, 11 September 2007

Crafty Days
Berkreasi Lewat Tangan

Weekend sebelum puasa, publik Bandung banyak disuguhi gelaran menarik. Dari mulai acara musik sampai sebuah kegiatan yang bikin Belia bisa tambah kreatif. Nah, kalau yang terakhir ini, kamu semua bisa dapetin di gelaran Crafty Days yang dibikin sama Tobucil. Yeps, Sabtu-Minggu (8-9/9), temen-temen di Tobucil yang sekarang bermarkas di Jalan Aceh No. 56 Bandung ini, mengundang semua orang untuk ikutan berkarya di gelaran ini.

Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan tangan digelar dalam sebuah workshop. ”Ini gelaran kami yang pertama. Insya Allah, Crafty Days ini akan terus kami bikin,” ucap Tarlen Handayani. Memanfaatkan klab hobi yang sudah dirintis Tobucil sejak 2004, Crafty Days ini lumayan dapet perhatian dari para pengunjung. Untuk memeriahkan Crafty Days ini, Tobucil pun bikin bazar kecil yang menjual aneka produk kerajinan tangan dan tentunya buku-buku murah dari Tobucil, Omuniuum, Lawang Buku, dan Reading Lights. Ini yang belia tunggu juga, hehehehe ....

Untuk kegiatan workshopnya, ada beberapa macam yang bisa diikuti. Bahkan enggak hanya satu, tapi beberapa sekaligus juga enggak masalah tuh. Ada workshop merajut, manik-manik, melipat kertas, membuat crochet, dan workshop desain. “Masing-masing workshop punya instrukturnya sendiri. Tapi, kalau ditanya mana yang paling banyak pesertanya, workshop merajut yang jadi favorit,” kata Tarlen.

Belia pasti ngebayangin kalau merajut itu adalah kegiatan yang membosankan dan buang waktu percuma saja. Eits, salah besar lho. Sekarang, merajut bukan kegiatan yang didominasi nenek-nenek aja. ”Malah kegiatan merajut sekarang lagi ngetren, lho. Itu pun enggak hanya dilakukan cewek, tapi cowok juga udah banyak yang tertarik dengan needle works ini,” jelas si pemerhati literasi ini.

Hmm, pantesan belia melihat sekumpulan cowok yang duduk di sebuah meja, asyik mengobrol sambil tangannya sibuk menautkan benang dengan jarum rajut. ”Gampang sih, tapi tergantung juga pengen bikin apa. Saya juga belum tau ini mau dibikin apa,” kata Wiku. Lazimnya, sebelum mulai merajut, si orang itu harus udah tau pengen bikin apa, tapi cara yang dilakukan Wiku ini juga enggak salah. Mulai aja dulu, urusan bentuk yang dipengenin sih gimana entar aja ....

Peserta Crafty Days ini ada juga yang berasal dari Jakarta. Kayak Audy dan Karin yang sengaja meluangkan weekend untuk berpartisipasi dalam acara ini. ”Saya sih sebenernya senang gambar, trus gambar yang saya bikin itu diaplikasikan di kaus. Nah, tinggal saya sulam aja,” katanya. Kalau Belia sempat dateng ke Tobucil, bukan hanya hasil rajutan aja yang dijual, juga aneka kaus yang desainnya lucu-lucu. Ada yang disulam atau dijahit memakai benang warna-warni menuruti gambar yang tertera. ”Saya lebih tertarik pada desain yang dua dimensi. Ini juga lagi belajar bikin desain untuk pin dan kaus,” sebut Karin.

Kreativitas yang enggak terbatas ternyata bisa bikin seseorang jadi punya nilai tambah dan tentunya juga bisa menghasilkan sesuatu. Dengan ikutan gelaran ini, pastinya bulan Puasa nanti, enggak bakal ada waktu yang terbuang percuma. Sambil nunggu beduk Magrib, tangan Belia bisa berkreasi menciptakan sesuatu. Tertarik? Tungguin gelaran yang bakal belia bikin di Bulan Puasa ini! *** tisha@yahoo.com

Pikiran Rakyat, 11 September 2007

1 komentar:

  1. hai Tarlen, ini Audi..
    wah, saya baru tau saya pernah masuk koran! udah taon 2007 ,lagi! hihiiii....kapan crafty days berikut, november ya?

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails