Follow by Email

Jumat, 19 September 2014

Motemanika dan Manik-Manik

Gemar dengan manik-manik, Ika dengan Motemanika-nya membuat karya-karya yang sangat terbatas, tak pernah lebih dari tiga dibuat karya yang sama. Ia juga lalu bercerita bahwa karya-karyanya selalu sebisa mungkin menggunakan bahan-bahan dari dalam negeri demi mengangkat produk Indonesia. Ow, selain manik-manik, Ika juga ternyata membuat karya wire jewelry dengan mengusung nama Uwerans by Motemanika. Penasaran? Mari simak!


Pertanyaan pertama… Kenapa memilih beads dalam berkarya? Apa yang menarik dari beads itu sendiri?
Awalnya karena saya suka memakai asesoris terutama gelang  dari manik-manik, apalagi yg bernuansa etnik atau corak dan bentuk beads-nya unik. Jadi ketika saya mendadak terjerumus ke dunia craft, saya langsung mantap dengan pilihan membuat handmade jewelry jurusan manik-manik. Yang jelas beads itu sangat beragam jenisnya dan membuat kombinasi dari bahan-bahan tersebut sangat menyenangkan. Setiap saat saya merasa bermain-main saja bukan berpikir dan bekerja keras karena melihat bentuk yang lucu-lucu dan berwarna-warni. Catatan dari saya, pilihan bahan yang saya pakai saya adalah beads dari bahan kaca, batu alam, kayu, logam, resin, keramik. Saya jarang menggunakan bahan dari plastik biasa, akrilik, dan Kristal-kristal.

Motemanika, namanya kayak ada hubungan dengan matematika, hehe… Apa nih arti dari nama motemanika?
Motemanika itu singkatan dari mote manik-nya IKA, Cuma bermain kata-kata saja.

Aksesoris seperti apa aja nih yang dibuat Ika dengan Motemanikanya?
Yang sudah saya buat selama ini adalah kalung, gelang, peniti jilbab, bros, anting-anting. Yang non jewelry pembatas buku, stone painting. Oh ya, saya memiliki dua brand dengan konsentrasi produk yang berbeda. Motemanika Beads untuk beads jewelry dengan teknik stringing alias ronce. Desainnya lebih bernuansa etnik dan bisa juga sedikit pop. Satunya lagi Uwerans by Motemanika untuk wire jewelry dengan teknik wire wrapping alias nguwer kawat dan sedikit basic metalsmithing. Kedepannya saya akan lebih memperdalam skill metalsmithing supaya kreasi saya lebih bervariasi. Desainnya ke arah asimetris dan free form alias tanpa patrun tertentu. Banyak yang bilang sedikit bergaya metal dan maskulin.

Menurut Ika, apa kelebihan yang dimiliki dari karya-karya Motemanika?
Kalau untuk Motemanika beads, saya membuat kreasi yang limited edition, diusahakan tidak lebih dari tiga kali duplikasi. Saya utamakan memakai bahan dari dalam negeri supaya lebih mengangkat produk Indonesia. Untuk desainnya, sampai saat ini pilihan saya adalah yang bernuansa etnik, tapi tidak menutup kemungkinan untuk dikombinasikan dengan style yang lain. Untuk Uwerans, saya membuat kreasi yang One of A Kind, tidak dibuat duplikasi sama sekali, sehingga sangat ekslusif. Karena desainnya free form alias bentuk bebas, bahkan saya sendiri tidak pernah bisa mengulang langkah yang sudah pernah saya buat sebelumnya. Untuk produk yang simple mungkin masih bisa dibuat ulang. Namun sejauh ini jarang sekali saya lakukan kecuali ada request dari pembeli.

Ika sendiri melihat kreativitas dan inovasi di dalam dunia handmade itu seperti apa sih?
Dua hal tersebut kalau diikuti perkembangannya malah bisa bikin saya enggak sempat berkreasi. Seperti “glagepan” alias megap-megap enggak bisa napas karena serbuan informasi dari seluruh penjuru dunia sangat mudah diakses saat ini. Saya punya akun instagram, pinterest, deviantart yang saya gunakan untuk melihat perkembangan dunia handmade craft. Tapi bagi saya sendiri, pancingan kreativitas tersebut langsung saya saring, tidak semata-mata dicontoh, karena pada dasarnya saya ini sangat tidak ahli meniru sebuah karya, wong saya meniru ulang kreasi saya sendiri aja males kok, apalagi niru pleek punya orang. Jadi kreativitas dan inovasi bisa dicari dari mana saja, tapi harus disarikan ke dalam bentuk kreasi kita sendiri. Oh ya, saya juga bergabung dengan beberapa grup di facebook dari dalam dan luar negeri, untuk menambah referensi saya.


Pegangan utama yang dijadikan Ika dalam berkarya?
berkreasi itu harus dari hati. Kalau feeling-nya sudah kena, saya jadi enak kerjanya. Produk yg dihasilkan bukan seperti barang industri yang dibuat oleh mesin. Makanya saya buat tagline untuk motemanika adalah “it’s about passion and creativity”.

Konsep karya seperti apa nih yang sebenarnya hendak ditawarkan Ika kepada para pelanggan Motemanika?
Seru sekali kalau bisa membuat karya yg anti-mainstream meskipun dgn konsekuensi hanya diminati kalangan tertentu. Karena dunia asesoris kan masuk ke dunia fesyen, pastinya mengikuti trend yang berkembang saat ini. Tapi untuk sekarang, saya belum bisa muluk-muluk bicara konsep karena memang dalam berkreasi saya belum menemukan konsep yang pasti. Istilah saya, masih ababil lah. Semua pengen dicoba, dipelajari, dan dicari mana yang paling sesuai. Semoga segera ketemu itu si konsep ya..
Instagram : @Motemanika
Path : Motemanika 
Twitter : @IKAmotemanika 
Pinterest : motemanika beads 
Email : motemanika.uwerans@gmail.com
Google Twitter FaceBook

Bunga Perca Flanel

Punya perca flanel warna warni ? Dibuang ? Sayang ya... Coba membuat bunga seperti berikut ini. Potong flanel seperti bentuk pada foto.  Potongan terkecil sekitar 1 x 1,5 cm.. yang kedua dan seterusnya dibuat semakin besar. 
Klik di sini untuk baca selanjutnya

Tutorial by MiniCutee
http://minicutee.blogspot.com/ 
Google Twitter FaceBook

Jumat, 12 September 2014

Arla Gift Shop dan Bisnis Berbalut Hobi



Seorang crafter harus memiliki rencana bisnis yang tertata. Demikian salah satu pendapat penting yang disampaikan oleh crafter yang satu ini. Ya, kreativitas berkarya dan juga strategi marketing memang penting, tak bisa dipungkiri. Tentu bisnis tak serta merta menutup segala celah inovasi. Buktinya dapat terlihat dari karya-karya Arla Gift Soft, tetap idealis, menarik, sekaligus menambah pundi-pundi rupiah.

Variatif banget nih karya-karyanya. Apa ajakah sebenarnya craft yang dibuat oleh Ammur dengan Arla-nya?
Arla Gift Shop itu berjualan berbagai produk kerajinan tangan dan suvenir dari dalam dan luar negeri. Jadi nggak semua produk kreasi saya pribadi. Produk kerajinan yang karya saya sendiri berupa kreasi kerajinan dari bahan goni warna-warni. Produknya antara lain Funky Ethnic Bag (Tas santai), Funky Pretty Pouch (Tas kecil), Funky Goody Bag (Tas untuk bingkisan ultah dengan bentuk lucu), Funky Pencil Stand (Tempat Stationery), Funky accessories (Gelang dan bros), Funky Untensils Holder (Sarung untuk Sendok Garpu), Funky Placemat (Alas piring) dan lain-lain. Lalu ada pula produk aksesoris gelang dan kalung etnik  menggunakan berbagai manik-manik.

Apa yang menarik dari karya-karya Arla? Keunikannya apa nih?
Semua produk Arla’s Art yang berbahan dasar bahan Goni warna-warni masih sangat jarang. Kesan etnik dan uniknya terasa. Sementara produk aksesoris selain yg berbahan goni keunikannya yaitu lebih berkesan santai, tidak monoton mengikuti pola yang sama berulang-ulang dalam penyusunan manik-manik, bahkan sering menggunakan efek asimetris sehingga dalam satu gelang bisa langsung terlihat keunikannya.



Apa nih tips spesial dari Ammur sehingga bisa terus produktif dalam berkarya…
Luangkan waktu khusus setiap hari untuk mencari inspirasi, bisa dari internet ataupun majalah, koran. Kunjungi situs-situs kerajinan tangan. Bisa juga mengunjungi pameran-pameran atau toko kerajinan tangan untuk benchmark. Selain itu, bentuk atau ikuti komunitas kerajinan tangan yang banyak sharing karya mereka, sehingga mood untuk berkreasi dapat terus terangkat. Fokuskan tujuan kita dalam berkreasi motivasinya untuk apa? Agar teringat-ingat terus maka tujuan kita harus kita tulis dan baca ulang terus.

Ammur sendiri sudah sejak kapan nih berkecimpung di dunia handmade? Apa sih yang menarik dari dunia handmade menurut Ammur?
Kalau berkecimpung di dunia handmade untuk berbisnis yaitu sejak 2009. Namun ketika kecil, saya dan kakak sering membuat kartu ucapan yg dihias bunga-bunga kering, lalu nanti kami jual. Yang menarik? Produk handmade itu seperti tanda tangan, jadi berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Lalu produk handmade itu dibuat dengan sepenuh hati oleh pengrajinnya. Dari proses pencarian ide, pencarian materialnya untuk menterjemahkan ide dalam sebuah produk, sampai proses trial and errornya. Bongkar pasang produk yang kadang harus berulang-ulang hingga mencapai hasil yang memuaskan. Jadi kreasi handmade yang bukan mass production sudah pasti sangat unik dan spesial.

Oh ya. Apa nih konsep yang diusung dari tiap-tiap karya yang adai di Arla?
Kalau konsep yang diusung untuk karya yang saya buat sendiri yaitu Funky Craft.  Jadi produk kerajinan saya bersifat santai ataupun rileks, tidak terlalu baku pada aturan-aturan, sehingga produknya lebih ekspresif. Konsep dasar dari seluruh produk di Arla Gift Shop baik kreasi saya maupun kreasi orang lain yaitu unik dan beda. Jadi meskipun produk handmade banyak yang pasaran, kami buat dengan gaya berbeda.


Menurut Ammur, apa kesulitan terbesar yang kerap dihadapi oleh para crafter dan gimana cara mengatasinya?
Dalam produksi, crafter sering bekerja berdasarkan mood sehingga sering berlawanan antara mengerjakan target pesanan berdasarkan mood dengan mengerjakan produk tanpa pesanan. Hal ini menyebabkan tidak konsistennya crafter dalam pembuatan produknya. Saran saya yaitu silahkan terima pesanan namun pesanan  itu berkaitan dengan jumlah produk yang dipesan. Crafter tersebut mutlak harus belajar bisnis. Bagaimana membuat business plan, bagaimana berpromosi, bagaimana membuat rencana marketing, bagaimana membuat monitoring, bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan laris di pasaran dan sekaligus meluangkan waktu untuk memproduksi karya-karya itu sendiri.

Target yang ingin diraih Ammur dengan Arla-nya nih?
Arla Gift Shop memiliki visi suatu hari produk kerajinan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa menjadi produk favorit di pasar internasional. Sementara target jangka pendek kami yaitu dapat meningkatkan volume penjualan dengan berbagai cara seperti menambah ‘lapak-lapak’ di marketplace, menambah jalur distribusi seperti titip jual di galeri atau toko kerajinan tangan. Jadi kami harus bisa menjadi supplier kerajinan, berbisnis secara B2B (business to business) yaitu menjual produk untuk dijual lagi. 

Google Twitter FaceBook

Jeans, Dari Pekerja Hingga Mendunia

Siapa yang tak suka dengan celana jeans. Selain ringkas dan berkesan kasual, celana jeans sangat nyaman digunakan dalam keseharian. Rasa-rasanya hampir segala jenis manusia dari berbagai strata umur gemar dengan celana berbahan tebal tersebut. Berbagai model jeans lalu lahir dan mendapatkan penggemarnya.

Meski mendunia, jeans sendiri pada awalnya justru lahir dari kaum miskin, kelas pekerja kerah biru. Ya, celana jeans pada awal kemunculannya banyak digunakan oleh para penambang emas di Amerika. Adalah Levi Strauss, seorang Jerman yang memopulerkannya. Bermodal beberapa lembar tekstil ia berangkat ke Amerika. Tak dinyana, barang bawaannya laku. Hanya tersisa segulung kain kanvas. Sisa kain tersebut ia buat celana yang ternyata diborong pula oleh para pekerja tambang. Semenjak itu, popularitas Strauss sebagai sang pembuat celana jeans kian terkenal. Bersama rekannya, Jacob Davis, Strauss lalu mematenkan jeans. Itulah mengapa dikenal merk jeans Levi's 501. Angka 501 adalah nomor paten yang mereka dapatkan.

Akan tetapi, popularitas jeans sendiri sebenarnya baru meledak dan mendunia seusai Perang Dunia ke-2. Hal tersebut dipicu oleh pemakaian jeans oleh aktor terkenal James Dean di dalam filmnya. Trend baru lahir. Jeans adalah simbol dan gaya hidup kaum muda. Meski demikian, pada dekade 30an jeans sendiri sebenarnya sudah cukup terkenal karena film-film bertema koboi seringkali menampilkan para pemerannya yang menggunakan celana jeans.

Generasi berganti, jeans tetap tak lekang oleh waktu. Dekade 70an, jeans tetap populer. Dengan model bawah yang melebar, kaum hippies selalu menggunakan jeans yang dihias lukisan atau sulaman. Mudah ditebak, jeans lalu tetap mendapatkan penggemarnya, terlebih ketika para perancang ternama seperti Armani mulai memasukkan bahan jeans ke dalam desainnya.
(Nugraha Sugiarta)
Google Twitter FaceBook

Jumat, 05 September 2014

Kreativitas Tanpa Batas Piet’s Art



Bermula dari sekadar penasaran dan rasa ingin tahu, Petra Dewi Handayani mulai serius menekuni handmade manakala sang buah hati lahir. Baginya, berkreasi dengan menggunakan media clay tidaklah pernah membosankan karena melalui clay beragam bentuk unik nan menarik terus ia temukan.

Sejak kapan nih Petra menekuni clay? Belajar dari manakah?
 Aku pertama kali mencoba clay sekitar akhir tahun 2004, tapi waktu itu masih sekedar ingin tahu saja dan belum benar-benar mendalami tentang clay karena waktu itu aku masih bekerja, jadi masih belum banyak waktu untuk eksplore, sehingga kegiatan ‘nge-clay’nya sempat terhenti. Setelah mempunyai anak, aku kembali bermain dan bereksperimen dengan clay lagi dan  mulai serius untuk menggeluti dunia clay tahun 2008. Belajarnya waktu itu otodidak sih. Banyak kesalahan-kesalahan yang kulalukan diawal dan pasti banyak gagalnya, hehe… Tapi justru itu yang membuatku belajar banyak hal sehingga aku mengetahui kelebihan dan kekurangan dari clay yang kupakai.

Apa nih keseruan dari penggunaan clay sebagai media untuk Petra berkarya?
Seruuuu abissss dehhhh hihi… Bermain dengan clay itu rasanya enggak pernah membosankan. Mulai dari teknik-teknik yang bisa banyak dipelajari sampai pada proses pembuatan, rasanya aku seperti anak kecil yang menemukan mainan baru kalau sudah berhadapan dengan clay, selalu ada aja yang bisa dipelajari dan di eksplore lagi dari yang namanya clay.


Karya clay kayak gimana aja sih yang dibuat oleh Petra dengan Piet’s Art-nya?
Agak sulit mendeskripsikannya nih. Tapi setidaknya karya clay yang kubuat sebisa mungkin harus mempunyai konsep yang jelas, bisa menjadi karya yang ‘bercerita’, ada detil dan keindahan yang kuharapkan bisa dinikmati dan menyentuh hati  banyak orang. Sebagian besar yang kubuat adalah bentuk figure 3D, dalam bentuk diorama, topping cake, miniatur, dan lain-lain.


Menurut Petra, gimana nih cara yang pas bagi para crafter agar dapat terus berinovasi tanpa mengenyampingkan kebutuhan pasar?
Kalau berkaitan dengan inovasi, aku sendiri lebih suka berinovasi dengan bebas dengan mengeksplore teknik-teknik baru, bahan-bahan baru ataupun sesuai kata hati saja. Maklum, kata suami otakku lebih bergerak ke arah seni daripada bisnis, aku lebih suka kebebasan dalam berkarya, hehe...  Aku percaya, seni yang berasal dari hati itu juga pasti bisa menyentuh hati orang lain. Dan kalau kita bisa menampilkan yang unik dan menarik, menampilkan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kita, pasar juga pasti akan mengikuti . So, jangan pernah takut berinovasi, karena gagal ataupun berhasil, itu semua adalah pengalaman yang berharga yang membuat kita tumbuh menjadi crafter yang semankin tangguh.


Oh ya, apa kelebihan dari karya-karya Petra sehingga “wajib” dimiliki penggemar handmade, hehe…
Waduhh hahaha… Kalau itu mungkin lebih tepat dijawab oleh teman-teman pecinta handmade yang sudah membeli karyaku. Biar orang melihat dan menilai sendiri deh kelebihan Piet’s Art, hihi…

Hal terbesar yang ingin dilakukan Petra dengan Piet’s Clay-nya?
Mimpi-mimpi besar sih banyak ya, hehe… Tapi yang paling bisa kulakukan sekarang adalah berharap Piet’s Art bisa selalu menularkan kecintaan terhadap karya seni dari clay dan bisa selalu menjadi inspirasi bagi para pecinta art and craft dari clay . Dan mudah-mudahan suatu saat Piet’s Art bisa membuka kelas-kelas clay sehingga dunia clay Indonesia boleh  semakin berkembang dan dikenal secara luas.

Google Twitter FaceBook

Membuat Tempat Gunting



Yupp kita akan membuat tempat gunting sekaligus bantalan jarumnya. Foto-foto ini udah ada sejak lama, tutorial ini dibuat beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri kemaren, entah kenapa baru mau mejeng sekarang, harap maklum ya kalau fotonya agak gelap, karena dikerjakannya malam hari.Cara membuat dan bahannya sangan sederhana, kita juga bisa memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Udah siap???
Yuk kita mulai...

Sediakan alat dan perlengkapan berupa gunting, jarum, benang, lem, pulpen, penggaris.

Sediakan juga bahannya berupa kain flanel dengan warna sesuai selera, kain perca katun/kain perca lain dengan motif sesuai selera, tali kancing, kardus bekas, gulungan lakban bekas, dan dakron, hmmm... So simple.

Klik di sini untuk baca selanjut :)

Tutorial by Happy Pelangi
http://www.happypelangifeltcraft.blogspot.com/
 
Google Twitter FaceBook

Jumat, 29 Agustus 2014

Warna-Warni Happy Pelangi



Sesuai namanya, meski tak selalu berwarna warni, karya Happy Pelangi memang selalu seperti pelangi, indah dan selalu menarik untuk dilihat. Senang dengan menjalin persahabatan bersama para crafter lainnya, Happy Pelangi mengaku justru banyak mendapat pengetahuan tentang handmade yang mungkin tidak dapat ditemui di tempat belajar atau kursus apapun. Nah, mari kita tilik indahnya pelangi Happy Pelangi!

Pernak-pernik flanel seperti apa yang dibuat oleh Happy Pelangi? Selain Flanel, apa lagi nih yang dibuat oleh Mbak Yeni?
Saya suka membuat apa saja. Sewaktu belum menjual karya saya, saya kerjakan sesuai mood. Tapi sekarang lebih banyak dipengaruhi selera pasar dan permintaan pelanggan mulai dari bros, gantungan kunci, toples, tempat tissue, bantal, kaos, frame, cover buku, tempat pensil, jepitan, bando, miniatur makanan, aneka boneka flanel, dan lain-lain. Sekarang saya banyak bereksperimen dengan bahan lain, seperti katun, brokat, jean, dan sebagainya. Sebagian besar dalam bentuk modifikasi dengan flanel. Saya juga membuat karya yang 100% non flanel, tapi belum dipasarkan karena sekarang Happy Pelangi masih fokus di flanel sebagai bahan dasarnya.

 
Namanya ada pelangi, kayaknya warna-warni banget nih, hehe… Apa ciri utama dari setiap karya Mbak Yeni dengan Happy Pelangi-nya?
Saya suka sekali dengan hujan dan pelangi. Saya suka bermain dengan warna dalam tiap karya saya. Tabrak warna sana-sini sangat menyenangkan, hehe… Tapi tidak semua karya saya penuh warna kok, ada juga beberapa yang tampil sangat simple dan elegan dengan warna yang soft, gelap, bergantung tema dan peruntukannya. Selain itu, saya juga suka keberagaman, seperti pelangi kita indah dalam perbedaan, dan mudah-mudahan keindahan itu membawa kita pada kebahagiaan. Saya rasa setiap crafter punya ciri khusus yang membedakannya dengan crafter lain. Saya selalu berusaha menghasilkan karya yang berbeda, kalaupun terinspirasi dengan karya crafter lain misalnya, saya akan berpikir keras bagaimana agar kreasi tersebut menjadi berbeda ditangan saya. Karya saya selalu rapi dan detail. Detail penting sekali buat saya, saya tidak akan puas kalau tidak detail, tidak rapi, tidak proporsional, dan lain-lain. Saya termasuk perfeksionis dalam berkarya. Banyak juga orang yang menganggap karya saya terlalu ribet. Bukannya saya tidak suka yang simple, tapi itulah saya, crafter yang masih harus terus belajar, hehe…

Karyanya Mbak Yeni kan beragam banget nih, mulai dari boneka sampai bando. Apa tips spesialnya nih biar bisa terus berkarya dan enggak kehabisan ide?
Saya meyakini salah satu hal yang tidak akan habis walau terus dikeluarkan adalah ide. Semakin sering kita mengeluarkan ide baru, semakin besar kemampuan otak kita untuk menghasilkan ide-ide baru berikutnya. Untuk mengeluarkan ide baru yang bagus adakalanya kita perlu "pancingan", salah satunya dengan cara mencari inspirasi. Bisa dari mana saja, misalnya googling, blogwalking, buku, majalah, jalan-jalan ke pasar, taman, dan sebagainya. Tapi ide bisa datang dimana saja dan kapan saja tanpa perlu mencari inspirasi, nah kalau begini rajinlah menyiapkan catatan kecil. Tulis dan gambar sket sederhana dari ide yang tiba-tiba muncul, supaya tidak lupa. Percayalah catatan kecil seperti ini yang bisa dibawa kemana-mana sangat bermanfaat, saya sendiri sering berkarya dengan sumber ide tiba-tiba seperti ini.

Hal paling menarik yang pernah Mbak jumpai selama aktif menjadi crafter?
Saya sangat bersyukur menjadi seorang crafter. Semua hal yang berhubungan dengan craft adalah hidup saya, passion saya. Semuanya menarik dan menyenangkan. Tapi hal yang paling menarik yang saya jumpai adalah begitu banyak crafter berhati baik yang tidak segan-segan meluangkan waktu, tenaga, biaya untuk sharing pengetahuan dan pengalaman yang mereka punya kepada orang lain. Mereka sadari atau tidak banyak kehidupan yang berubah dan terangkat lebih baik berkat kemurahan hati mereka untuk share. Saya adalah salah satu crafter yang lahir dari hasil mempelajari berbagai ilmu dan pengalaman yang dishare oleh crafter-crafter hebat tersebut. Saya tidak pernah mengikuti kursus atau pelatihan tertentu. Saya belajar banyak sekali dari mereka, mulai dari teknik keterampilan, pemasaran, sampai pelajaran-pelajaran penting tentang kehidupan. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih banyak, dan keberadaan mereka sangat berharga buat saya. Karena itulah saya berusaha mengikuti jejak mereka dengan sedikit berbagi ilmu dan pengalaman yang saya punya di blog saya, di facebook, dan lain-lain.


Apa sebenarnya pelecut yang membuat Mbak Yeni bisa terus berkarya tanpa kenal henti?
Pelecut yang paling penting untuk terus mendorong saya berkarya adalah rasa cinta pada dunia craft. Passion saya disini. Berkreasi adalah candu buat saya. Saya selalu ketagihan, ingin lagi, lagi, dan lagi berkreasi membuat sesuatu yang baru. Ada sensari rasa bahagia yang saya rasakan saat berkreasi. Adrenalin saya terpacu saat bentuk kreasinya menantang, membuat saya terus deg-degan, penasaran dan saya menikmati rasa itu yang sering membuat saya lupa waktu dan lupa hal-hal yang lain, hehe…

Apa nih cita-cita yang ingin diraih Mbak Yeni dengan Happy Pelangi?
Suatu saat dengan ijin Allah tentunya, saya ingin agar Happy Pelangi bisa menjadi sebuah usaha mandiri yang maju, dikenal lebih banyak orang, menghasilkan karya yang jauh lebih bagus lagi, dengan manajemen usaha yang tertata dengan baik, dan memberi banyak manfaat untuk diri saya, keluarga, dan orang-orang lain. Saya juga ingin punya kesempatan untuk berbagi ilmu keterampilan tangan kepada anak-anak dan remaja yatim/piatu, anak-anak jalanan, mereka yang hidup dengan kebutuhan khusus, dan lain-lain secara gratis, semoga bisa membawa sedikit manfaat untuk mereka. Aamiin ya Allah.

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails