Follow by Email

Jumat, 29 Agustus 2014

Warna-Warni Happy Pelangi



Sesuai namanya, meski tak selalu berwarna warni, karya Happy Pelangi memang selalu seperti pelangi, indah dan selalu menarik untuk dilihat. Senang dengan menjalin persahabatan bersama para crafter lainnya, Happy Pelangi mengaku justru banyak mendapat pengetahuan tentang handmade yang mungkin tidak dapat ditemui di tempat belajar atau kursus apapun. Nah, mari kita tilik indahnya pelangi Happy Pelangi!

Pernak-pernik flanel seperti apa yang dibuat oleh Happy Pelangi? Selain Flanel, apa lagi nih yang dibuat oleh Mbak Yeni?
Saya suka membuat apa saja. Sewaktu belum menjual karya saya, saya kerjakan sesuai mood. Tapi sekarang lebih banyak dipengaruhi selera pasar dan permintaan pelanggan mulai dari bros, gantungan kunci, toples, tempat tissue, bantal, kaos, frame, cover buku, tempat pensil, jepitan, bando, miniatur makanan, aneka boneka flanel, dan lain-lain. Sekarang saya banyak bereksperimen dengan bahan lain, seperti katun, brokat, jean, dan sebagainya. Sebagian besar dalam bentuk modifikasi dengan flanel. Saya juga membuat karya yang 100% non flanel, tapi belum dipasarkan karena sekarang Happy Pelangi masih fokus di flanel sebagai bahan dasarnya.

 
Namanya ada pelangi, kayaknya warna-warni banget nih, hehe… Apa ciri utama dari setiap karya Mbak Yeni dengan Happy Pelangi-nya?
Saya suka sekali dengan hujan dan pelangi. Saya suka bermain dengan warna dalam tiap karya saya. Tabrak warna sana-sini sangat menyenangkan, hehe… Tapi tidak semua karya saya penuh warna kok, ada juga beberapa yang tampil sangat simple dan elegan dengan warna yang soft, gelap, bergantung tema dan peruntukannya. Selain itu, saya juga suka keberagaman, seperti pelangi kita indah dalam perbedaan, dan mudah-mudahan keindahan itu membawa kita pada kebahagiaan. Saya rasa setiap crafter punya ciri khusus yang membedakannya dengan crafter lain. Saya selalu berusaha menghasilkan karya yang berbeda, kalaupun terinspirasi dengan karya crafter lain misalnya, saya akan berpikir keras bagaimana agar kreasi tersebut menjadi berbeda ditangan saya. Karya saya selalu rapi dan detail. Detail penting sekali buat saya, saya tidak akan puas kalau tidak detail, tidak rapi, tidak proporsional, dan lain-lain. Saya termasuk perfeksionis dalam berkarya. Banyak juga orang yang menganggap karya saya terlalu ribet. Bukannya saya tidak suka yang simple, tapi itulah saya, crafter yang masih harus terus belajar, hehe…

Karyanya Mbak Yeni kan beragam banget nih, mulai dari boneka sampai bando. Apa tips spesialnya nih biar bisa terus berkarya dan enggak kehabisan ide?
Saya meyakini salah satu hal yang tidak akan habis walau terus dikeluarkan adalah ide. Semakin sering kita mengeluarkan ide baru, semakin besar kemampuan otak kita untuk menghasilkan ide-ide baru berikutnya. Untuk mengeluarkan ide baru yang bagus adakalanya kita perlu "pancingan", salah satunya dengan cara mencari inspirasi. Bisa dari mana saja, misalnya googling, blogwalking, buku, majalah, jalan-jalan ke pasar, taman, dan sebagainya. Tapi ide bisa datang dimana saja dan kapan saja tanpa perlu mencari inspirasi, nah kalau begini rajinlah menyiapkan catatan kecil. Tulis dan gambar sket sederhana dari ide yang tiba-tiba muncul, supaya tidak lupa. Percayalah catatan kecil seperti ini yang bisa dibawa kemana-mana sangat bermanfaat, saya sendiri sering berkarya dengan sumber ide tiba-tiba seperti ini.

Hal paling menarik yang pernah Mbak jumpai selama aktif menjadi crafter?
Saya sangat bersyukur menjadi seorang crafter. Semua hal yang berhubungan dengan craft adalah hidup saya, passion saya. Semuanya menarik dan menyenangkan. Tapi hal yang paling menarik yang saya jumpai adalah begitu banyak crafter berhati baik yang tidak segan-segan meluangkan waktu, tenaga, biaya untuk sharing pengetahuan dan pengalaman yang mereka punya kepada orang lain. Mereka sadari atau tidak banyak kehidupan yang berubah dan terangkat lebih baik berkat kemurahan hati mereka untuk share. Saya adalah salah satu crafter yang lahir dari hasil mempelajari berbagai ilmu dan pengalaman yang dishare oleh crafter-crafter hebat tersebut. Saya tidak pernah mengikuti kursus atau pelatihan tertentu. Saya belajar banyak sekali dari mereka, mulai dari teknik keterampilan, pemasaran, sampai pelajaran-pelajaran penting tentang kehidupan. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih banyak, dan keberadaan mereka sangat berharga buat saya. Karena itulah saya berusaha mengikuti jejak mereka dengan sedikit berbagi ilmu dan pengalaman yang saya punya di blog saya, di facebook, dan lain-lain.


Apa sebenarnya pelecut yang membuat Mbak Yeni bisa terus berkarya tanpa kenal henti?
Pelecut yang paling penting untuk terus mendorong saya berkarya adalah rasa cinta pada dunia craft. Passion saya disini. Berkreasi adalah candu buat saya. Saya selalu ketagihan, ingin lagi, lagi, dan lagi berkreasi membuat sesuatu yang baru. Ada sensari rasa bahagia yang saya rasakan saat berkreasi. Adrenalin saya terpacu saat bentuk kreasinya menantang, membuat saya terus deg-degan, penasaran dan saya menikmati rasa itu yang sering membuat saya lupa waktu dan lupa hal-hal yang lain, hehe…

Apa nih cita-cita yang ingin diraih Mbak Yeni dengan Happy Pelangi?
Suatu saat dengan ijin Allah tentunya, saya ingin agar Happy Pelangi bisa menjadi sebuah usaha mandiri yang maju, dikenal lebih banyak orang, menghasilkan karya yang jauh lebih bagus lagi, dengan manajemen usaha yang tertata dengan baik, dan memberi banyak manfaat untuk diri saya, keluarga, dan orang-orang lain. Saya juga ingin punya kesempatan untuk berbagi ilmu keterampilan tangan kepada anak-anak dan remaja yatim/piatu, anak-anak jalanan, mereka yang hidup dengan kebutuhan khusus, dan lain-lain secara gratis, semoga bisa membawa sedikit manfaat untuk mereka. Aamiin ya Allah.

Google Twitter FaceBook

Cantiknya Bunga Kering

Oshibana. Ketika mendengar satu kata itu, mungkin kita akan membayangkan sejenis makanan seperti sushi atau dorayaki. Sudah barang tentu tebakan tersebut salah total. Oshibana tak ada hubungannya dengan makanan dan bukan pula berbentuk makanan. Sesuai dengan arti dari namanya, oshi 'ditekan' dan bana 'bunga', oshibana adalah sebuah seni merangkai a.k.a menghias dengan menggunakan bungan atau daun yang dikeringkan. Tahap pengeringan ini adalah salah satu tahap paling penting dalam oshibana.


Pengeringan oshibana adalah tentang kesabaran dan ketelatenan karena dibutuhkan kurang lebih sepuluh hari pengerjaan. Caranya cukup sederhana. Pertama, siapkan sekitar sepuluh lembar kertas buram dengan busa tipis di atasnya. Lalu lipat dua kertas roti, letakkan terbuka salah salah satu bagian lipatan di atas kertas buram. Selanjutnya, barulah susun bunga yang hendak dikeringkan di atas tumpukan kertas dan busa tersebut dan tutup kertas roti di atas susunan bunga.

Sudah selesai? Belum, sedikit lagi. Setelah semua proses di atas dilakukan, letakkan kembali sepuluh lembar kertas buram, busa, dan kertas roti di atas cetakan pertama. Buat sekitar lima tumpuk cetakan dan masukkan semuanya ke dalam plastik zipper dan jangan sampai ada udara masuk di dalamnya. Timpa semua cetakan tersebut dengan pemberat selama sehari semalam. Esoknya, keluarkan bunga dan setrika kertas roti plus kertas buram yang digunakan sebagai cetakan. Setelah itu susun dan masukkan kembali ke dalam plastik zipper. Ulangi proses ini selama sepuluh hari hingga bunga mengering.

Adapun bunga yang dapat digunakan dalam oshibana cukup beragam. Syarat cuma satu, gunakan bunga yang berkadar air rendah seperti mawar atau bougenville. 
(Nugraha Sugiarta)


Google Twitter FaceBook

Jumat, 22 Agustus 2014

Karya Daur Ulang Jade it’s Recycraft



Nekat berkarya karena kepepet tugas kuliah, Arifah Murdisiwi justru keterusan menekuni dunia craft. Karya-karya yang dibuatnya unik karena selalu berusaha membuat barang-barang baru dari barang-barang yang sudah ada alias recyle. Kepuasan sebagai crafter dan berusaha mengurangi bertebarannya sampah-sampah merupakan alasan dibalik hobinya melakukan daur ulang

Nama belakangannya Recycraft… Kayaknya nyambung-nyambung ke recycle nih, hehe.. Sebenarnya, apa konsep berkarya yang diusung oleh mbak Arifah dengan Jade it’s Recycraft-nya?
Kalau ditanya konsep craft , saya memang selalu berusaha memasukkan elemen bahan-bahan recycle dalam setiap produk Jade. Kenapa "it's recycraft" selalu menjadi semangat saya? Karena di situlah letak "greget"nya. Saya selalu bersemangat melihat transformasi dari suatu bentuk barang menjadi barang baru yang lain. Apalagi kalau barang itu sebelumnya sudah tidak bisa digunakan sebagaimana fungsi seharusnya. Dan memfungsikannya kembali menjadi produk baru seperti sebuah kepuasan dan kesenangan bagi saya secara pribadi. Selain itu, dengan memanfaatkan apa pun yang ada di lingkungan kita adalah upaya penghematan yang cerdas dan juga mengurangi kuantitas sampah. Satu lagi, menjadikan saya lebih sering berpikir dan mencari. Berpikir benda apa yang bisa saya buat dari barang-barang yang sudah saya kumpulkan. Semakin sering mencari ide ke pinterest, blogwalking bahkan membuka fanspage komunitas-komunitas recycle dari luar. Menjadi pengamat dan mencari jalan aplikasi yang paling mudah untuk saya terapkan.

 Apa sajakah karya-karya yang dibuat oleh Mbak Arifah?
Sebenarnya banyak produk yang sempat saya buat. Dari pertama kali mengenal craft, saya membuat boneka yoyo terinspirasi dari buku craftnya Sang Master, Mba Dita Cemprut. Setelah itu bergeser ke aksesoris terutama untuk yang berhijab. Lalu sekarang, saya lebih fokus dengan dekorasi rumah dengan sentuhan rajut, seperti keset, sarung bantal, taplak meja, aneka lap rajut, coaster,tudung saji, dan lain-lain. Tentu dengan memanfaatkan sebanyak mungkin material sisa terutama kain sisa konveksi.

Gimana Mbak Arifah melihat peluang yang ada bagi para crafter dalam mengembangkan usahanya?
Peluang usaha bagi crafter tentu sudah semakin bagus ya… Saya pun masih terus mempelajari setiap “celah” yang bisa ditembus. Tak bisa dipungkiri, media sosial masih jadi sarana ampuh untuk pengembangan pemasaran produk. Selain itu, crafter bisa memanfaatkan banyak offline store yang mulai muncul untuk lebih mengenalkan karya-karya ke masyarakat lebih dekat.  Memang tantangan tersendiri sih menempatkan karya craft di hati masyarakat kita yang sebagian besar belum memahami apa dan bagaimana produk handmade itu. Hiks….


Menurut Mbak Arifah, apa hal utama yang seharusnya menjadi perhatian crafter dalam berkarya?
Kalau menurut saya pribadi, dalam berkarya lebih cenderung ke arah membuat produk yang lebih bermanfaat dengan kebutuhan kita sehari-hari. Dengan jenis barang yang sama, namun desain, bahan, dan tampilan yang tentu menjadi ciri khas masing-masing crafter.


Apa, nih, keunikan yang ada dari setiap karya Jade it’s Recycraft?
Mungkin lebih ke arah pemanfaatan material kainnya dari sisa konveksi, serta bagaimana menghadirkan kemasan yang tak selalu plastik. Selain itu berusaha memadukan kain dengan rajut dalam setiap produk merupakan kesenangan sendiri buat saya.

Mbak Arifah sendiri sudah sejak kapan nih menekuni handmade? Apa hal positif paling berharga yang Mbak dapatkan selama aktif menjadi crafter?
Pertama mengenal craft sekitar akhir tahun 2011. Waktu itu mulai senang blogwalking ke blog-blog keren para crafter dalam dan luar negeri. Mulai berkarya karena ada tugas entrepreneur waktu kuliah. Jadilah nekat membuat karya yang dijual ke teman-teman. Setelah itu sempat berhenti “menjual” karya dan baru aktif lagi sejak akhir 2013 kemarin. Manfaat ngecraft buat saya adalah kalau lagi jalan terus lihat produk bagus, maka pertanyaan yang muncul adalah “kira2 kalau bikin sendiri bisa memanfaatkan material apa ya yang sudah saya simpan di rumah?”. Sssssst….. di rumah ,saya mengumpulkan aneka botol, kaleng, kertas, dan lain-lain. Apa saja yang kira-kira bisa “disulap”. Saya juga masih  menyimpan baju-baju lama yang kainnya masih kuat dan warnanya masih oke lho. Persis pemulung deh. Hehe…

Apa rencana perjalanan Jade it’s Recycraft di masa depan?
Rencana kedepannya tentu ingin membesarkan Jade sehingga lebih bermanfaat lagi buat banyak orang, menghasilkan karya-karya yang lebih oke, dan terus belajar bagaimana menghadirkan produk recycle dengan tampilan manis sehingga lebih bisa diterima semua kalangan masyarakat.

Instagram : jade_recycraft
https://www.facebook.com/JadeHandmade

(Nugraha Sugiarta)
Google Twitter FaceBook

Laminated Snack Pouch (cara melaminasi kain versi terbaru)

Postingan ini adalah 'the story behind' atau cerita dibalik pembuatan snack pouch atau kantong kudapan buat ngemil anakku, Arza yang senang bermain di luaran tapi sambil ngemil. Mulanya ia suka menaruh cemilannya seperti kue, coklat, permen, potongan buah atau kerupuk di dalam plastik kresek kecil lalu diselip di pinggang celananya. Jadi kapanpun ia ingat ada cemilannya saat bermain, ia tinggal duduk dengan tenang lalu ngemil, lalu lanjut bermain lagi, tanpa repot-repot perlu bolak balik masuk ke rumah.

Agar kantong cemilannya tak cepat kotor dan mudah dibersihkan, maka saya buatlah kantong kecil yang waterproof, dengan cara melaminasi kainnya sendiri lalu dikreasikan menjadi kantong cemilan yang keren ini.
 

Di sini saya akan menjelaskan tentang cara melaminasi kain sendiri, tidak terlalu fokus pada cara membuat pouchnya. Karena membuat pouchnya ini sangat mudah sekali. Untuk ukuran, saya sesuaikan dengan motif kain yang tersedia.


Bahan-bahan yang digunakan :
1. Plastik laminating merek Happy Bear.
2. kain katun motif Ccumim Design untuk bagian depan, dan katun oxford warna biru untuk bagian belakangnya
3. Kain waterproof polyester sebagai lining atau dalamannya. Bahan ini seperti bahan untuk membuat payung. Tahan air, tipis, mudah dijahit dan tidak mudah lecek.
4. bahan pelengkap lainnya seperti mata ayam, tali cotton coated sebagai tali serutnya, dan pengatur tali serut.

Klik di sini untuk baca selanjutnya :)

Tutorial by Craftalova
http://craftalova.blogspot.com/
Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails